Berita dan Informasi Terkini

Sebuah tulisan dari Elly Risman Parenting Institute
Berbagai penelitian membuktikan bahwa pelukan adalah bentuk terapi yang sangat efektif. Bukan hanya pada orang yang sedang memiliki luka batin, tapi bagi siapa saja.
Virginia Satir, psikoterapis yang mendapat julukan “ibu terapis keluarga” mengatakan bahwa untuk bertahan hidup saja, manusia membutuhkan 4 pelukan perhari. 8 pelukan perhari diperlukan untuk memperbaiki dan 12 pelukan perhari untuk tumbuh. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Pelukan memberi stimulus pada otak kita untuk menghasilkan oksitosin di pusat emosi otak untuk memunculkan rasa puas, penuh dan berharga serta mengurangi rasa cemas, takut dan kesepian. Selain pelepasan oksitosin berdampak pada menurunya kortisol, respetor sentuhan dibawah kulit juga memberi perintah pada otak untuk menurunkan kortisol, yaitu hormon stres yang mempromosikan rasa sakit dan negatif pada tubuh. Akibatnya kelembaban kulit lebih terjaga, sistem saraf bekerja lebih efektif dan mengatur kesehatan tubuh menjadi lebih baik.
Pelukan juga merangsang kelenjar thymus, kelenjar yang mengatur dan menyeimbangkan produksi sel-sel darah putih sehingga kita tetap sehat dan bebas penyakit. Pelukan yang lebih lama (3-20 detik) dapat meningkatkan serotonin yang bermanfaat memberikan rasa bahagia. Sebuah studi dari University of North Carolina menemukan bahwa wanita yang memeluk pasangan mereka selama 20 detik memiliki tekanan darah yang lebih rendah.
Anak saya atau saya nggak suka dipeluk nih, bukan tidak suka.
Menikmati pelukan adalah kebutuhan primitif semua makhluk yang tergolong “animalia”, termasuk manusia.
Mungkin hanya soal waktu
Ayo praktekkan, Ayah, Bunda di pekan ini
Ditunggu share cerita menariknya yach
#YayasanKitadanBuahHati
#EllyRismanParentingInstitute
#IslamicParenting
#BrainBasedParenting
#ParentingEraDigital