[VIDEO] Begini Assyaikh Ahmad Thayyib Bikin SKAKMAT Said Agil dan Pemahaman Keliru Islam Nusantara

[VIDEO] Begini Assyaikh Ahmad Thayyib Bikin SKAKMAT Said Agil dan Pemahaman Keliru Islam Nusantara

[VIDEO] Begini Assyaikh Ahmad Thayyib Bikin SKAKMAT Said Agil dan Pemahaman Keliru Islam Nusantara

Pada Video yang jerami akan share dibawah ini, kita akan melihat betapa kelirunya pemahaman soal Islam Nusantara yang dibangga-banggakan oleh Kyai Said Agil Shirad. Dan Assyaikh Ahmad Thayyib menjawab dengan santai kekeliruan tersebut.

Awalnya Said Agil tampak ingin membanggakan soal Islam Nusantara yang diklaimnya sebagai Islam yang berkembang di Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam.

Ciri khas dan keistimewaan Islam Nusantara disebut Said Agil sebagai Islam yang tawasuth (tengah-tengah), tawazun (seimbang) dan tasamud (toleran). Islam yang dimaksud didasari persaudaraan Islam, persaudaraan kenegaraan dan persaudaraan kemanusiaan.

Menurut Said Agil Islam Nusantara merupakan kebalikan dari Islam yang memberatkan (tasyaddud) dan melebihi batas (tatthoruf). Lebih jauh Said menekankan Islam Nusantara bukan seperti Islam Arab, meski sambil bercanda bahwa yang dimaksud Islam Arab saat ini.

Assyaikh Ahmad Thayyib dalam kesempatan menjawab pernyataan Said Agil langsung membuat SKAKMAT dengan perkataan bahwa “Jika Allah tahu bahwa orang Indonesia mampu membawa Risalah agama terakhir ini, sungguh Risalah ini tidak akan diturunkan kepada Nabi Muhammad (orang Arab). Sindiran keras ini kontan mendapat reaksi orang-orang yang hadir pada pertemuan itu dengan memberi tepuk tangan.

Baca juga:  10 untaian kata mutiara dari Nouman Ali Khan, CEO Bayyinah Institute

Lebih jauh Assyaikh Ahmad Thayyib menjelaskan bahwa Risalah terakhir ini begitu berat dan agung. Risalah yang akan menjadi pegangan manusia hingga akhir waktu. Tentu Allah Maha Tahu kepada siapa Risalah ini diberikan, yaitu Nabi Terakhir Muhammad SAW, yang merupakan orang Arab.

Assyaikh juga memberi peringatan, bahwa hati kita tidak beriman jika tidak mencintai orang Arab (Nabi Muhammad SAW) ini. Dan iman kita tidak sah kecuali mencintai orang Arab (Nabi Muhammad SAW) melebihi diri kita, anak-anak kita dan harta kita.

Diakhir jawabannya, kembali Said Agil harus mendapat malu dengan pertanyaan Assyaikh Ahmad Thayyib, “Siapa yang membawa Islam ke negeri ini? Orang Arab! Bukan begitu pak Kyai?” Yang kembali mendapat tepukan hadirin. Maka menurut Assyaikh jika tidak karena orang Arab tentulah kalian masih beragama sebagaimana agama mayoritas masyarakat Asia Tenggara.

Diambil dari Wikipedia; Fadhilatu Syaikh DR. Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyib’ (bahasa Arab: أحمد محمد أحمد الطيب Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyib) lahir di Qina, 6 Januari 1946; umur 72 tahun adalah seorang Imam Besar Masjid Al-Azhar. Ia menempati jabatan tertinggi Syaikh Besar Al-Azhar di atas Mufti di Daarul Ifta, sekaligus juga merupakan jabatan tertinggi di Institusi Al-Azhar yang berpusat di Kairo, Mesir menggantikan Fadhilatu Syaikh DR. Muhammad Sayyid Thanthawy yang wafat pada tahun 2010.

Baca juga:  #JumatBerkah: Tabiat Tauhid by Felix Siauw

Berikut Video dialog antara Said Agil dengan Assyaikh Ahmad Thayyib. Semoga membuat pencerahan buat kita semua.

(Visited 884 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account