Berita dan Informasi Terkini
Lukman Edy dan Hardiyanto direncanakan mendaftar ke KPUD Riau malam ini (Rabu, 10 Januari 2018). Pasangan ini akhirnya akan diusung oleh Gerindra dan PKB. Pembahasan koalisi PKB dan Gerindra ini cukup alot hingga tadi malam akhirnya mencapai kesepakatan.
Hari ini sendiri merupakan batas akhir yang ditetapkan KPU Riau untuk Pendaftaran Calon gubernur dan Calon wakil gubernur Riau. Pasangan Lukman Edy dan Hardiyanto sedianya akan mendaftar setelah berkas-berkas pendaftaran rampung disiapkan pada malam ini.
Lukman Edy atau Ir.H Muhammad Lukman Edy,MSi. Lahir di Teluk Pinang, Riau, 26 November 1970 adalah Menteri Percepatan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu menggantikan Syaifullah Yusuf pada Reshuffle Ke-2 tanggal 9 Mei 2007.
Bagi sebagian kalangan, karier Lukman Edy (LE) mungkin terlalu cepat melejit. Ia menjadi menteri ketika usianya belum genap 37 tahun. Tetapi tidak bagi si empunya nama. Sebab, ia sudah terbiasa menjadi yang termuda dalam banyak jenjang karier politiknya.
Predikat ‘yang termuda’ selalu disandang LE sejak ia memulai karier organisasi di bangku kuliah di Universitas Brawijaya dulu. Ia masuk senat mahasiswa ketika baru menapaki semester I. Sementara yang lain biasanya baru terlibat saat sudah semester IV, V, atau VI.
Karier politik LE juga moncer di usia muda. Ketika reformasi baru bergulir, pria Kelahiran Teluk Pinang, 26 November 1970 ini langsung menjadi anggota DPRD. Padahal waktu itu umurnya belum genap 28 tahun. (Wikipedia)
Hardiyanto sendiri wakilnya merupakan politisi dari Partai Gerindra.
Untuk diketahui, Gerindra memiliki tujuh kursi di DPRD Riau, sementara PKB memiliki 6 kursi. Sehingga syarat untuk maju di Pilgubri 13 kursi atau 20 persen kursi di DPRD sudah cukup terpenuhi.
Selain pasangan ini terlebih dahulu mendaftar Syamsuar-Edi Natar diusung PKS, Nasdem, dan PAN. Lalu Firdaus MT-Rusli Efendi diusung PPP dan Demokrat, selanjutnya petahana Andi Rachman-Suyatno Golkar dan PDIP.