Berita dan Informasi Terkini
DARI MATARAM LOMBOK KE TAMAN MATARAM JAKARTA . (CATATAN 2017 )
Metode kesederhanaan anda perlu diperbaharui pak jokowi, sebagaian besar udah ketebak. Rakyat udah hapal, wahai. Spindoctornya payah. Hanya mengulang yang lalu saja. Sentimen justru mangarah makin Nagativ. SEO nga optimal lagi, sudah ketinggalan zaman.
Demikian saya cuitkan twet saya, mention langsung ke akun tweter pak Jokowi. penilaian saya.
SEO (search Enjine Optimization) simplenya adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis untuk meningkatkan volume / trefik melalui mesin pencari.
Tujuannya adalah untuk menempatkan situs Web pada posisi teratas, sehingga akan lebih berpeluang untuk dikunjungi.
Metode itulah yang digunakan team kampanya Jokowi, tak heran kala itu All info mengenai Jokowi bagai sunami yang tak terbendung.
populeritas melejit, figur kesederhana’an seorang pemimpin saat itu begitu dirindukan.
Hari ini beliau duduk sebagai presiden.
Lalu Siapa spindoctornya ? hehe ..eeehem.
SEO mampu mendongkrak popularitas, namun elektabilitas adalah perkara lain. Saat itu treck record jokowi masih belum terbaca, dominan pemilih secara psikologis terpengaruh dengan populeritas. Kesederhanaan, wong cilik.
Wong ndeso betul-betul mampu mengisi ruang hampa yang telah jengah dengan sekandal-sekandal besar korupsi.
Wong ndeso lebih lugu, jujur, tidak serakah, dan semoga Indonesia menjadi lebih baik, bersih. Begitu kira-kira jika kita rangkum secara singkat persepsi yang berkembang di masyarakat kala itu.
Kali ini situasinya berbeda. Jika mengacu kepada survei dengan menggunakan Big data lerning intelegence, kecerdasan buatan yang mem-filter semua info terkait apa yang kita inginkan, posisi Jokowi rawan. 18 persen sentimen positip, 7 persen Negativ, 75 persen netral. Netral di-artikan menunggu figur lain.
SEO ketinggalan zaman, populeritas Jokowi tak mampu mendongkrak elektabilitas. Butuh arahan konten yang tepat. Sendal jepit tak sakti lagi, hanya jadi olok-olok nitizen. Teruskan saja maka akan nyemplung itu sandal, hanyut.
Demikian beberapa sebab kami mem-peng gadang-gadang TGB beberapa waktu lalu, sila - chek . Penggegas pertama adalah IP dan saya.
Semua gratis__ tis. Kami murni menggulirkan gerakan sebagai relawan. Kami mencoba menawarkan figur alternatif untuk meraih 75 persen pemilih yang masih netral dan merindukan figur segar. Ulama ya umara, berprestasi, “momentum” tepat.
Big data metode survei yang lebih modern dari SOE. Big data, memiliki kemampuan untuk memilah informasi pada media on line maupun sosial media dengan perhitungan 1 juta info per 8 detik.
Riil time kita bisa mengetahui, kemana arah isu maupun tema perbincangan di-masyarakat.
Tidak hanya mengenai populeritas sosok figur. Big data mampu mengarahkan persepsi masyrakat secara akurat terhadap satu sosok kearah positip atau negativ maupun kecendrungan netral. Pos kerja seorang “content director”
Mesin ini lah yang sebelumnya telah kami plot untuk digunakan menentukan arah kontent Figur TGB ( Tuan Guru Bajang) Zainul Majdi. Bahkan Kantor relawan pun telah disiapkan bang IP dipusat kota Jakarta,- berhadapan persis dengan “Taman Mataram”.
Jika saja berlanjut, betapa keren-nya. Dari Mataram Lombok menuju Taman Mataram Jakarta and goo to “Istana” , namun __ yaah sudahlah.
Selamat menanti 2018. Semoga di 2017 banyak kenangan manis yang laiak untuk di-kenang, se-manis mengenang ciuman pertama saat kita muda, bercita dan bercinta. Tetap bahagia, salam.
*ardi-tuan, wahai.
IP-Center | cempaka putih tengah 17 JKT.