Berita dan Informasi Terkini
Bermula pada sebuah akun twitter yang tiba-tiba menghilang. Akun tersebut adalah akun @Evanda_Eva karena statusnya yang viral. Kabar mengenai “lenyapnya” akun tersebut dikabarkan oleh sebuah akun @CondetWarrior. Dalam keterangannya akun @CondetWarrior menyebut bahwa “lenyapnya” akun @Evanda_Eva karena statusnya yang menjadi viral yang menyebabkan ia diserang akun-akun Banser. Demikian kabar dari @CondetWarrior.
Terakhir, Akun @Evanda_Eva memang mencuitkan sebuah cuitan berikut:
“tadi di #AksiBelaPalestina ada yang merhatiin gk sih? ustadz felix mau orasi di suruh mundur sm marsyudi suhud dr nu. padahal ustad bachtiar nasir nyuruh ustad felix maju buat orasi.”
Selang sehari kemudian akun Evanda memang benar-benar menghilang hingga saat ini.
Memang sehari sebelumnya beredar broadcash di grup-grup Whatsapp bahwa #AksiBelaPalestine1712 ini akan dijadikan kepentingan salah satu kelompok untuk mencari panggung. Tapi karena antusias para peserta mengabaikan kabar tersebut, guna bergabung dalam Aksi yang dikabarkan terbesar di dunia tersebut.
Selanjutnya, beberapa akun twitter juga memposting sebuah video dengan title Ust Felix Siauw Dilarang Orasi, Peserta dan Ulama Marah-marah. Video tersebut diposting beberapa akun, salah satunya @nay_shihab dan @SurYosodipuro_ .
detik2 insiden pd aksi bela Palestina, dmn ust Felix dilarang orasi o/ bbrp oknum yg tdk mperbolehkan nya berorasi ato skedar menyapa umat.
gosah disbt lah yah oknum tsbt. smua pst sdh tahu😎 pic.twitter.com/WXZWkMJxzG
— Namashi🇮🇩🇵🇸 (@nay_shihab) 18 Desember 2017
*INSIDEN DI PANGGUNG 171217, UST FELIX DILARANG ORASI ULAMA SENIOR TAK TERIMA PESERTA MARAH TERIAKKAN FELIX ..!FELIX !*
By admin - December 18, 201708191
Berikut video kejadian yang berhasil di rekam di pinggir panggung :https://t.co/Ukt46yuZX2
— #SAVEPALESTINA (@SurYosodipuro_) 18 Desember 2017
Video tersebut dapat dilihat pada link dibawah ini:
Benarkah berita tersebut? Jika benar, Aksi ini benar-benar tercoreng dengan kelakuan beberapa oknum yang tidak seharusnya terjadi.