Press "Enter" to skip to content

Beberapa Kesalahan Dalam Disain Rumah

Spread the love

Rumah, kadang walaupun direncanakan dengan baik, dengan Arsitek yang berpengalaman, memiliki kesalahan-kesalahan. Baik disadari maupun tidak.

Uniknya, kesalahan ini terjadi menahun. Dilakukan terus menerus hingga banyak yang tidak menyadari jika hal itu merupakan suatu kesalahan. Ada juga Arsitek yang tidak tahu, tetapi ‘ikut-ikutan’ membuat kesalahan tersebut.

Baik kita bahas beberapa kesalahan dalam disain rumah.

Bak Bunga di Depan Jendela

Bak bunga di depan Jendela, ditujukan untuk memberi keindahan dan suasana hijau. Banyak dari kita membuat bak bunga itu di depan jendela dalam disain sebuah rumah dan gedung.

Menurut saya, banyak desainer yang tidak mengerti esensi dari perletakkan bak bunga ini. Hingga, hanya menjadi tempelan semata tanpa tau apa fungsi dan konsekuensi dari bak bunga tersebut.

Bak bunga di depan jendela, terutama jendela atas baik di lantai 2 dan seterusnya akan mempersulit perawatan. Baik perawatan bagi rumah itu sendiri, maupun perawatan bagi tanaman yang ditanamnya.

Tanaman harus dirawat dengan melakukan penyiraman. Hal ini sulit tentu sulit dilakukan jika penempatannya dilantai atas? Dan jikapun bisa dilakukan, maka “cipratan” air dan tanah yang ada di bak bunga akan mengotori dinding dan kusen disekitarnya.

Baca juga:  Felix Siauw: Hal yang Paling Ditakuti Penguasa Dzalim Adalah Bangkitnya Kesadaran Ummat tentang Islam

Alhasil, kebanyakan pot bunga, jadi bunga mati dan tidak terawat. Inilah kesalahan disain yang menurut saya seringkali dilakukan.

Ada baiknya, anda pertimbangkan kembali jika ingin melakukan disain seperti ini.

 

Topi Jendela di Bawah Oversteak

Dalam desain rumah minimalis, topi-topi adalah salah satu hiasan dalam fasade rumah. Permainan topi, bantalan, tali air dan sedikit variasi batu alam atau marmer umum kita jumpai dalam fasade rumah minimalis.

Tetapi dalam desain, semua desain harus tetap berdasarkan fungsinya. Jika fungsinya tidak ada, atau bahkan menganggu, maka desain itu dianggap sia-sia dan tidak berguna sama sekali.

Bentuk topi jendela yang diletakkan dibawah oversteak, baik oversteak atap maupun oversteak lantai adalah sebuah kesalahan dalam sebuah desain bangunan. Selain tidak berfungsi (baik sebagai penahan air hujan maupun sebagai peneduh dari panas), topi ini juga akan mempersulit dari segi perawatan. Karena diatas topi ini, mudah terjadi kotor yang sulit dibersihkan. Lebih sulit lagi, ketika jarak antara topi dan overstek terlalu dekat.

Pipa Pembuangan dalam Kolom atau Slof

Saya sampai tidak habis fikir, bagaimana sebuah rumah yang di desain oleh Arsitek bisa melakukan hal ini, yaitu menempatkan pipa pembuangan kotoran pada sebuah kolom atau dinding yang menembus hingga ke sloof.

Baca juga:  Menggenjot Omzet Melalui Harbolnas

Dan anehnya, hal ini umum dilakukan pada banyak perumahan. Memang pada banyak kasus, penempatan pipa seperti ini dirasa lebih simpel dan hemat. Lagi pula, selama ini kebiasaan seperti ini tidak pernah menimbulkan masalah.

Benar, hampir setiap rumah yang melakukan ini biasanya tidak memiliki masalah. Tapi kita bicara bukan hanya masalah kebiasaan, tapi masalah benar atau salah.

Kolom dan sloof terdiri dari 2 komponen yang masing-masingnya memiliki fungsi yang penting. Yang pertama adalah besi, yang berfungsi menahan gaya tarik. Dan kedua adalah beton, yang berfungsi menahan gaya tekan.

Bagaimana bila fungsi salah satunya dikurangi? Maka yang terjadi adalah tidak berfungsinya salah satu, atau setidaknya berkurang kekuatannya. Sedangkan biasanya, perhitungan beban terhadap kolom dan sloof dihitung mepet, alias pas-pasan.

(Visited 34 times, 1 visits today)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.