Gita Durma, sebuah puisi karya WS Rendra

Sebuah puisi karya : WS Rendra – Depok, Oktober 1981 Kau dengarkah genderang bertalu, saudaraku?Angin menderu lewat terali besi tingkap penjaramu Kau terbaring di atas lembaran-lembaran koran Dan rakyat di kampung yang kau belabersembahyang tasbih melewatkan malam Deru-deru hujan tiba badai dan prahara tiba Semangat hidupmu adalah kali yang purba. Selalu hadir dan mengalir Menghanyutkan gunung sampah ke samodra Dan samodra sebagai pangkuan ibunda selalu membasuh dosa-dosa manusia Kau dengarkah genderang bertalu, saudaraku? Ketika tengah malam kau dibangunkan dan dikawal ke kamar interogasi Wajahmu pucat tetapi matamu menyala dan ibu-ibu di kampung yang kau bela memasak rendang dan ketupat untuk dikirim kepadamu Fajar akan muncul menembus kabut yang menyelimuti pulau-pulau Matahari adalah kenyataan yang tak bisa dikhianati Engkau adalah putera matahari kerna engkau melindungi kehidupan Kau dengarkah genderang bertalu, saudaraku? Ketika di tengah panas terik siang hari kau hadapi pengadilan yang sumpeg dan jaksa menuntutmu dengan undang-undang orang kulit putih yang dipakai untuk menindas orang pribumi Guntur membelah udara untuk menciptakan keseimbangan angkasa kesabaran menyala menjadi semangat perjuangan untuk membela keseimbangan kehidupan Kau dengarkah genderang bertalu, saudaraku? Ketika engkau dan para tahanan berderet di muka barak penjara untuk appel sore hari sebelum tiga lapis pintu besi digrendel untuk mengurungmu Dan para abang becak
Complete Reading

Mari sedikit kita bermain imajinasi dengan Theory Jeruk Nipis Bayangkan ada sebuah Jeruk Nipis berwarna hijau agak ke kuning2an. Lalu Jeruk tersebut anda potong jadi dua. Kemudian pegang salah satunya dan peraslah… Sampai air tetesan nya mengucurr… Apa yang anda rasakan..? Asam bukan..? Setiap tetesannya membuat anda menelan ludah. Kalau imajinasi anda kuat sekarang anda
Complete Reading

DEBAT KE EMPAT by Zeng Wei Jian Hati kecil sulit bohong. Yasin tertunduk. Nyengir. Geleng-geleng kepala. Nyengir lagi. Sambil garuk-garuk kaki. Setelah Sudirman Said nyerempet soal ektp. Opening speech “Jarwo” mengklaim 4 tahun pemerintahannya on the right track. “Ya itu kan pendapat dewek,” kata beberapa orang. Sudirman Said menyatakan penurunan angka kemiskinan Jateng tidak sesuai
Complete Reading

  TO THE MILLENIALS by Zeng Wei Jian Koran The Atlantic menyebut milenial sebagai generasi paling narsis. The New York Post menyerukan supaya milenial, “put away the juice boxes and grow up.” Sama seperti Gen Xers dan baby-boomer, anak-anak milenials terbagi dua groupings; smart dan stupid milenials. Milenial identik dengan gadget dan internet. Mereka kreatif, anti
Complete Reading

Masih bicara soal kartu tani yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat kepemimpinan Ganjar Pranowo dituding para petani sampai saat ini tidak ada keberpihakan, bukan menuju kesejahteraan. Imbasnya, ratusan para petani disetiap kabupaten kota di Jawa tengah pun menggelar aksi unjuk rasa. Kini giliran Ratusan buruh tani di Kabupaten Grobogan yang tergabung dalam Perjuangan Tani
Complete Reading

MASKOT JAKARTA BUKANLAH MONAS (Elang Bondol dan Salak Condet) Bila Anda di tanya maskot kota Jakarta, mungkin spontan Anda akan segera menjawab: Monas. Walau sebenarnya jawaban itu salah. Nyatanya maskot Jakarta yang sesungguhnya yaitu patung burung Elang Bondol dan Salak Condet yang ada lokasi Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Maskot Burung Elang Bondol dan Salak Condet
Complete Reading

Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi ~Budi Prastiwi Negeri ini memang membutuhkan pemimpin yang memiliki sifat dan sikap tidak korupsi dan jauh dari pencitraan diri/tidak berbohong. Hanya saja, ketika kalimat “mboten korupsi, mboten ngapusi” keluar dari mulut Ganjar Pranowo, mengingat namanya yang terseret dalam kasus korupsi E-KTP dan Jawa Tengah yang stagnan dalam lima tahun kepemimpinannya, sangat
Complete Reading

Sejak munculnya tragedi yang memilukan ambruknya gedung WTC di September yang kelabu 9/11, Islam babak belur! Padahal muslim yang baru saja Planga Plongo dengan tragedi tersebut adalah bagian yang juga korban, dan orang-orang yang berharap bahwa siapapun pelakunya haruslah mendapat ganjaran yang paling berat. Stereo-Type Islam Radikal, Islam Intoleran dan macam-macam porsi negatif yang dibuat
Complete Reading

Masih ingatkah dengan puisi yang berjudul Karawang-Bekasi ? Salah satu puisi yang ditulis oleh seorang maestro sastra dan seorang penyair legendaris Indonesia , Chairil Anwar, yang diterbitkan pada tahun1948 sebagai saksi nyata dukungan beliau atas kemerdekaan Indonesia dan sekaligus menjadikan puisi tersebut sebagai salah satu puisi yang sangat terkenal ketika Indonesia berada di masa-masa awal
Complete Reading

diambil dari berbagai sumber

Create Account



Log In Your Account