Siapakah Pemodal & Penggerak Demo Versi Pemerintah ?

Hukum Nasional Opini Politik
Spread the love

OPINI – Penangkapan para petinggi KAMI baik yang di daerah maupun di Pusat, dengan alasan jika mereka ikut turut serta memberikan andil dan memprovokasi para peserta demo aksi penolakan UU Omnibus Law Ciptaker, pada tanggal 8 Oktober 2020 lalu, dianggap sebagai hal yang memalukan pelaksanaan demokrasi di negeri ini.

Sementara itu, jika dikronfontir dengan pernyataan para menteri yang mengatakan jika adanya penggerak dan pemodal, hingga terjadinya aksi di seluruh daerah di Indonesia, sepertinya belum terungkap.

Karena alasan pihak kepolisian menangkap para petinggi KAMI hanyalah beralasan pada postingan dan tulisan mereka di sosial media. Sementara terkait dengan “Dimodali” polisi hanya mengungkap dari penangkapan Ketua Grup Whatsapp KAMI Medan, Khairi Amri yang memberikan dana Rp. 500.000 untuk membeli nasi bungkus dan dibagikan kepada peserta aksi. Selain itu tidak ada lagi.

Tentu saja pernyataan para menteri, dari Airlangga Hartatrto lalu, Mahfud MD dan Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan jika mereka memiliki dan mengetahui nama penggerak dan pemodal aksi di seluruh Indonesia, berbeda dengan hasil pemeriksaan kepolisian.

Baca juga:  DPR RI & Pemerintah 3 Hari Di Hotel Novotel Banten, Hasilnya, Klaster Tenaga Kerja Omnibus Law Disepakati

Soal nama pemodal dan penggerak sempat heboh dengan munculnya nama SBY, AHY dan juga nama partai Demokrat, yang artinya seluruh anggota partai Demokrat, hingga akhirnya SBY turun tangan meminta kejelasan dari pemerintah soal siapa yang dimaksud. Dan Mahfud MD mewakili pemerintah menyatakan jika nama dan penggerak yang dimiliki oleh pemerintah bukanlah SBY, AHY atau Demokrat.

Tentu saja semua “mata” akan tertuju kepada Presidium KAMI, Jenderal (Purn) Gatot Nurtmantyo yang disebut-sebut memiliki cukup banyak kekayaan. Bahkan menjadi rahasia umum dikalangan para petinggi TNI.

Tetapi untuk menyeret Gatot tidaklah mudah, selain beliau mantan Panglima TNI juga tentu saja bukti yang menunjukkan jika Gatot seperti yang dituduhkan tidak dimiliki oleh pihak Kepolisian. Namun entah jika kemudian adanya versi “Chat aneh” yang pernah menimpa HRS dan Firza.

Mengingat pihak kepolisian saat ini telah menahan tiga orang petinggi KAMI lalu ditambah dengan HP milik mereka saat ini bisa diakses, bukan tidak mungkin hal tersebut bisa saja terjadi. Bahkan kabarnya Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin telah menyiapkan baju dalam koper jika dirinya sewaktu-waktu juga akan dipanggil dan ditahan oleh polisi.

Baca juga:  MO-MONEY, LESS DEMOCRACY

Penulis : Jall “Dandi” Pomone (Jurnalis)

(Visited 26 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Specify Google Client ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Google Login to work

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *