Selain Foto Juga Kata Kunci “China” & “Molotov”, Penyebab Anggota KAMI Diancam 10 & 6 Tahun Penjara

Hukum Nasional Politik Top News
Spread the love

JAKARTA – Mabes Polri dengan meyakinkan membuat pernyataan jika tuntutan yang akan diberikan kepada 8 orang anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), di Medan dan Jakarta, ada yang mencapai 10 tahun penjara.

Dari hasil penelusuran pemeriksaan melalui sosial media yang dipakai oleh kedua anggota KAMI, Medan dan Jakarta yang dianggap memberatkan adalah penggunaan kata “China” dan “Molotov” ketika terjadinya demo secara besar-besaran pada tanggal 8 Oktober lalu.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono, Ketua grup sosmed atas nama KAMI Medan, Khairi Amri, dalam postingannya mengunggah sebuah gambar kantor DPRD, dan menambahkan kalimat, “Dijamin komplit kantor sarang maling dan setan, dan tidak perlu takut dan jangan mundur.” ujar Argo mengutip tulisan dari Khairi.

Menurut Argo selain Khairi juga anggota grup lainnya juga ikut ditangkap karena ikut menghasut dengan penggunaan bom molotov. Seperti kata anggota KAMI Medan lainnya, Juliana, “Batu kena satu orang, bom molotov bisa membakar 10 orang. Dan bensin bisa berceceran. Buat skenario seperti 98. Penjarahan toko China dan rumah-rumahnya. Preman diikutkan untuk menjarah.

Baca juga:  Anggap Moeldoko Mengancam, Din Syamsuddin ; "Belum Paham Maklumat KAMI"

Dan ada juga yang bernama Devi yang juga ikut menimpali dengan kalimat, “Pemerintah bakal perang sendiri dengan China.” lalu ditambahkan oleh Wahyu Rasari Putri, “Besok wajib bom molotov.” Tentu saja tulisan mereka oleh Polisi dianggap sebagai penyebab mereka harus ditahan, karena dianggap menghasut anggota lainnya dan juga para pendemo.

Sementara Jumhur Hidayat, yang ditangkap karena postingannya di akun sosial media twitter miliknya, @jumhurhidayat, sehari sebelum aksi tanggal 8 Oktober 2020. “UU ini memang utk PRIMITIVE INVESTORS dari RRC dan PENGUSAHA RAKUS. Kalau INVESTOR BERADAB ya seperti di bawah ini (Mengutip Judul Berita): 35 Investor Asing Nyatakan Keresahannya terhadap Pengesahan UU Cipta Kerja.” JUmhur diancam penjara selama 10 tahun.

Sementara Anton yang diancam penjara 6 tahun, disebutkan jika tulisannya di sosial media Facebook dan Youtube, yang dianggap sebagai pemicu terjadinya aksi. “mulitifungsi Polri melebihi dwi fungsi ABRI yang dulu kita caci maki” termasuk tulisannya yang memplesetkan kepanjangan dari NKRI menjadi Negara Kepolisian Republik Indonesia, serta ditambahkan dengan UU Ciptaker sebagai bukti negara telah dijajah dan dikuasai oleh Cukong.

Baca juga:  Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Aktifis terkenal lainnya, Syahganda Naingggolan juga diancam penjara 6 tahun, karena dianggap emnyebarkan hoax dan ikut memprovokasi para peserta aksi demo hingga terjadinya kekacauan dan adanya jatuh korban.

Semua pembesar KAMI yang ditangkap dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) junto Pasal 45 UU ITE. Kemduian juga dikenakan Pasal 160 KUHP dengan ancaman 6 tahun penajra. Seluruh kasus yang melibatkan KAMI ditarik ke Mabes Polri.

(Visited 112 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Specify Google Client ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Google Login to work

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *