“Cebong” Minta SBY Lapor Polisi, Wasekjen Demokrat; “Kasus Dari Tahun 2017, 2018 Aja Belum Ditanggapi”

Hukum Nasional Politik
Spread the love

JAKARTA – Persoalan dengan munculnya nama SBY ke sosial media sebagai orang yang menggerakkan demo dan juga menjadi pemodal aksi yang terjadi pada tanggal 8 Oktober 2020 lalu, sudah dibantah oleh Mahfud MD mewakili pemerintah, usai SBY meminta pemerintah untuk membuka siapa nama yang dimaksud.

Mahfud MD menyatakan jika nama yang dimaksud oleh pemerintah bukanlah SBY atau AHY beserta Partai Demokrat, namun ada nama lain, dan Mahfud mengakui jika nama SBY disebut-sebut itu berasal dari pengguna sosial media, seperti Dewi Tanjung dan akun bernama @DiGembook.

Yang membuat aneh adalah ketika Pemerintah (Mahfud MD) tahu siapa yang menuduh dan membuat hoax di sosial media, karena berbeda dengan yang sudah “dikantongi” pemerintah, tapi tidak juga kunjung ditangkap. Karena jelas postingan Dewi Tanjung dan DiGembook jelas-jelas “mengadu domba” antara Pemerintah dan pihak SBY beserta Demokrat.

Pak Mahfud sudah tahu kalau ada tudingan kpd Pak SBY. Seperti yg dikatakan Pak Mahfud, ‘itu kan kata si Tanjung, bukan pemerintah’. Kalau pemerintah sdh tahu ada hoaks kenapa tidak diproses & ditindaklanjuti agar tdk menimbulkan disinformasi bagi publik” ucap @renandabachtar Wasekjen DPP Partai Demokrat dalam acara Kabar Malam TVOne, dan dikutip kembali oleh @Demokrat_TV.

Baca juga:  Soal Mahar Politik yang Dipermasalahkan La Nyalla, Ini Klarifikasi Gerindra yang Juga Dibenarkan Ridwan Kamil

Rupanya sebuah akun yang ditengarai adalah pendukung Jokowi atau yang biasa disebut “Cebong BuzzeRp” bernama Sabam Tambunan melaluia akunnya @tambunan_sabam merasa kesal dan mengusulkan agar SBY melaporkan ke polisi. “KALAU SBY MERASA DI FITNAH. KANTOR POLISI BUKA 24 JAM TIAP HARI SIAP MELAYANI MASYARAKAT.”

Bapak SBY yang terhormat, Jika Bapak Merasa Di Fitnah dan Di Tuduh Macam Macam. KANTOR POLISI DI SELURUH INDONESIA MASIH BUKA 24 JAM PAK. DAN SIAP MELAYANI MASYARAKAT. “Pak Jokowi di Tuduh PKI Malah Pak Jokowi Bilang Mana Ada PKI Balita sambil senyum senyum”

Rupanya Sabam tidak sadar atau mungkin memang malas untuk membaca dan mencari tahu soal laporan-laporan SBY dan Demokrat ke polisi yang sampai saat ini belum juga di proses, bahkan terkesan dibiarkan, seperti yang dikatakan oleh Renanda.

Kantornya sih buka. Tapi laporan pak SBY Februari 2017 soal Penggerudukkan rumah pak SBY, laporan Fitnah Antasari Azhar dan Perusakkan Atribut Gambar SBY – Ani 2018 tidak diproses sampai hari ini. Itu Presiden RI ke-6 yg lapor. Bagaimana masyarakat biasa??” jawab @renandabachtar membalas postingan Sabam yang tentu saja, pertanyaan ini juga banyak ditanyakan oleh netizen.

Baca juga:  Jumhur, Syahganda, Anton, Dipermalukan Lewat TV, Netizen; "Gilaaa..! Djoko Tjandra Aja Gak Diborgol"

Kalo Rakyat yg lapor hanya bisa istighfar dan ngurut dada aja. Dan berdo’a agar di berikan Pemimpin yg mampu berbuat ADIL & AMANAH.” tulis @Dogelkarya82 dengan maksud mendukung pernyataan Renanda

Udah ga kaget lagi…Kepastian hukum dan keadilan terasa hilang di Indonesia ga tau cuman perasaan ku aja atau … Ah sudahlah setidaknya masih ada pengadilan di akhirat nanti.” @jonijoz1

(Visited 129 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Specify Google Client ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Google Login to work

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *