Rektor Unila, Karomani, Jadi Bahan Tertawaan Netizen Usai Bertemu Dengan Menaker

Hukum Nasional Pengetahuan Politik Top News
Spread the love

NASIONAL – Hasil pertemuan dengan 24 rektor dan menteri tenaga kerja, Ida Fauziyah, dalam sebuah acara pertemuan Forum para rektor, yang diikuti oleh 24 rektor diantarnya, Rektor IPB, UGM, UTI, Perbanas, UNG, Unand Padang, Untan, Al Ghifari Bandung, Unesa, Ketua STIKES Mitra Keluarga, UNP, UNP Padang, Direktur Poltek Pos, UIN Jakarta, Unimal, ITB-AD, ISBI Bandung, Rektor Unsrat, Unbraw Malang, Unila, Telkom University dan Universitas Pertamina. Membuat netizen miris dikarenakan saat ini persoalan Omnibus Law sendiri belum selesai, dan akan menggiring para rektor untuk menggunakan jabatannya menghadapi mahasiswa.

Buktinya dari 24 rektor yang bertemu dengan menaker, Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Karomani, usai pertemuan, memberikan keterangan pers, agar tidak perlu panik dan saling caci maki, melihat persoalan pada Omnibus Law, “mari kita kawal dan komunikasi terbuka secarta cendekia agar bisa menjadi harapan kita semua,” ujarnya dalam surat keterangan persnya.

Bahkan parahnya Karomani, mengatakan jika UU Omnibus Law Cipta Kerja bukan sebuah kitab suci, lalu tidak bisa disempurnakan, karena menurutnya, penyempurnaan implementasi UU Ciptaker ini bisa dilakukan dengan menggunakan peraturan pemerintah (PP), dan juga bisa dengan melalui uji materi.

Tentu saja pernyataan Rektor Karomani, yang dilantik oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, menjadi bahan tertawaan bahkan tidak sedikit yang merasa heran dengan gelar dan jabatan Karomani yang tiba-tiba dianggap tidak sepadan dengan pengetahuannya, dikarenakan PP itu adalah turunan dari UU bukan sebaliknya.

“Tidak bisa. Justru UU nya yg harus dibenahi dulu, bu. Scr hirarki per’undang2an PP itu kan aturan teknis dari UU. Nah kalau UU nya keliru, bgmn pula buat PP yg merujuk UU tsb. Jadi PP itu bukan penyempurna UU. Gmn sih...” tulis Tifatul sembiring melalui akunnya @tifsembiring

Bapak lebih cocok jadi rektor supaya dosen dan mahasiswa mendapat pemahaman yang benar.” ujar akun @taharuddin_id kepada mantan menteri Infokom Tifatul Sembiring

Baca juga:  Ada Kata-kata Kotor Dari Pendukung Hasanah Diacara Debat 2 Pilgub Jawa Barat

Terbalik Bu rektor gimana implementasi di lapangan kalau UU itu di sempurnakan oleh PP bukan kah PP itu tururnan nya Astaghfirullah gimana bisa bgini ttap cari pembenaran ini bagaimana tanggapan Adik2 atas pernyataan ini @BEM_Unila.@Firdausharahap1

Berarti ibu tidak Faham urutan aturan Per Undang Undangan, tidak mungkin Aturan dibawah UU memperbaiki UU , kalau tidak tahu belajar Dulu bu??? Yaaaaa.” @ArsaYasar

SEJAK REKTOR2 PTN DIPILIH ATAS PERSETUJUAN PRESIDEN JD IKUT NYEBONG JUGA, REZIM PALING BOBROK, RANAH PENDIDIKAN DI SUSUPIN JUGA,@oSobaMask10

“Indonesia semakin parah , semuanya sudah disetir semua. Itu yg ngomong rektor ko ambyarr yahh…” @kang_dunn

Kok rendah banget akademik Bu Rektor. Kalau tidak mau disebut bodoh.@zen_dal

PP tidak akan bisa menjangkau hal-hal yang melebihi UU.@YasriYurdi

Diktator konstitusional akan lahir apabila UUD mendelegasikan banyak urusan kepada UU dan UU mendelegasikan banyak urusan kepada PP dan Perpres. Karena pembentukannya tanpa kontrol parlemen, PP dan Perpres inilah yg akan jadi ujung tombak diktatorianisme.@nicolauscusanus

PP dan Perpres yg merupakan peraturan pelaksanaannya tentu harus sejalan dgn UU, bukan untuk mengorekai apalagi menentang UU diatasnya.” @AkhmadFeatZaini

Informasinya banyak yg tadi diatur di uu jadi diatur oleh pp. Kok terasa kekuasaan eksekutif jadi lebih besar?@ncorporatocracy

Hirarki perundangan,UU lebih tinggi dari PP jadi PP mengacu kpada UU klo UU nya tidak mengakomodir PP tidak bisa lebih baik.@tiswosolihin6

Waduh..selevel rektor aja gagal paham..Kalau sumbernya aja Ruwet dan ngga jelas… gimana penjabarannya…@Budiman71855368

PP koq menyempurnakan UU …. ruwet semrawut. duh, cara baru tuk terlihat pandai : dengan membodohi yg lain.@ibnu_hima

Kalo substansinya ngawur apalagi teknisnya. semurnakan dulu lah reasoning bu rektor itu.” @episopian5

Baca juga:  Twit-twit Kocak Netizen Yang Komentari Twit Admin Jokowi Soal "Senbatsu Uza"

Akademisi sekarang kok tdk bisa bertanggungjawab thd keintelektualannya …ngandang wae….@satrianaga

PP brsifat turunan dari UU,bkn menyempurnakn tpi menjabarkn substansi.@Lobang98

Sekelas rektor ko pemahamannya junkir balik gitu ya?!@al_bataw1

Padahal yg memiliki sanksi pidana itu hanya UU, perda provinsi dan kabupaten kota, biasanya PP itu hanya mengatur bukan memaksa sifatnya, jd jelas siapa yg diuntungkan,#Versi905hlm.” @JuandaMargolang

Betuuuuul… Sy bukan anak FH tp jelas bhw PP adl turunan & jabaran dr UU. Jd ga bakal bisa bener kalo UU nya sdh keliru / ada yg kontroversi. Spt ada hal yg tidak diatur di UU lalu mau diatur di PP? Ga bisaaaaa… Jabaran itu harus mengacu pd induk nya. Jk dipaksa mk PP ilegal.@AbangAbuhAnget

Wah hirarki konstitusi kok diobok2 begini. Kita dipertontonkan realita yang tidak sesuai dgn yg diajarkan di sekolah dulu. Preseden yg bakal merusak generasi penerus. Dan yg melakukannya justru pihak yg seharusnya menjaga konstitusi. Apkh cm rakyat yg disuruh patuh pd konstitusi?@MrDesperate1

inilah….akibat seorang rektor telah MENGOLAMKAN DIRI…akhirnya iktelektual akademisnya runyam dan sirna…ZzzZzz.” @zoomtvid

Hebatnya Rezim ini bisa bikin orang orang yang punya gelar menjadi dungu.” @aracellians

(Visited 719 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Specify Google Client ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Google Login to work

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *