Ikan Hiu Makan Tomat, Jangan jadi Pemimpin Gila Hormat, Jangan Pula Menjadi Pejabat yang Kembali Kumat

Top News
Spread the love

Oleh: David Usman

Ketika pilihan hidup telah ditetapkan, apalagi jalan mulus terbentang menjadi pejabat publik atau menjadi pemimpin. Maka “kontrak” pemimpin dan pejabat publik bukan lagi soal berapa nilai gaji, tapi juga berapa besar resiko yang akan ia dapat. Menghadapi berapa besar permasalahan yang akan ia selesaikan. Berapa besar tanggungjawab yang akan dia emban. Dia tidak bisa seenaknya mengatakan, “Ikan Hiu makan Tomat”.

Pemimpin dan pejabat publik tidak pantas berfikir berapa besar Argo yang harus dia dapat, berapa besar pundi-pundi yang dapat ia embat dan seberapa besar popularitas yang akan dia dapat nikmat. Ia akan menjadi pemimpin dan pejabat dengan segala dinamikanya. Gaji besar dengan permasalahan besar. Pundi-pundi yang bisa jadi jaminan masa pensiun dengan segala tanggungjawab dunia akhirat. Dan popularitas dengan segala caci maki dan sambutan hangat. Karenanya pemimpin dan pejabat publik tidak bisa seenaknya mengatakan, “Bodo amat…”

Baca juga:  Dibalik tabir

Kiprah pemimpin/calon pemimpin dan pejabat publik selalu ditunggu-tunggu umat. Bahkan bagi para pencaci maki mereka sekalipun. Bagi mereka yang mendapat apresiasi besar tentu ada harapan besar rakyat dipundak. Maka buktikan bahwa harapan itu akan mereka dapat. Bagi mereka yang diragukan maka bekerjalah lebih keras untuk memberi kejutan bahwa tuduhan mereka salah alamat.

Bukan sekedar memaki-maki ketidakberesan pada institusi yang mereka pimpin, untuk menunjukkan betapa ia paling “waras” sendiri. Mencari-cari kesalahan orang lain untuk sekedar menunjukkan bahwa ia adalah yang paling benar. Apalagi untuk menunjukkan kesombongan bahwa ia adalah orang yang paling pantas mendapat tempat. Pemimpin atau pejabat seperti ini akan selalu merasa terus-terusan begini dimanapun ia ditempatkan. Sesumbarnya diawal terpilihnya tidak selalu sesuai ekspektasi umat. Ini yang disebut kumat.

Baca juga:  Proyek Negara Rp. 400 Milyar, Ditiup Angin, Atap Terbang, Dinding Lepas, Netizen Anggap Proyek Memalukan

Pemimpin atau pejabat juga bukan sekedar pemimpin bagi yang memilihnya. Ia akan berkontrak dengan semua rakyat, baik yang suka atau tidak. Bila rakyat yang tidak suka dan tidak memilihnya pun bisa terima pasrah, apalah lagi pemimpin seharusnya menerima sebagai bagian dari tanggungjawab. Bila rakyat yang menolaknya bahkan masih berdoa ketika sumpah diucapkan agar pemimpinnya akan berbeda dengan penilaiannya. Apalah lagi pemimpin yang terlihat “khusyu” saat menjalani sumpah untuk menjabat. Ini bukan lagi soal Hiu, bukan lagi soal Tomat.

Ada Hiu makan Tomat, jika menjabat maka bekerjalah dengan penuh hormat, hindari kesalahan-kesalahan agar tidak dibilang Kumat. Karena pertanggungjawabanmu bukan hanya pada rakyat, tapi juga jalanmu menuju akhirat.

Wassalam. Selamat pagi semua, kecuali Mamat…

(Visited 39 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Specify Google Client ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Google Login to work

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *