Usai Terima Intensif Covid19, Dokter Dan Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Kota Ambon Diperiksa Polisi

Top News
Spread the love

Maluku – Rupanya para dokter bukan hanya harus melakukan pekerjaan yang saat ini bisa dikatakan sangat berbahaya, namun mereka juga harus berhadapan dengan sebuah sistim yang membuat mereka menjadi bingung, bahkan terkesan jika mereka lebih tepatnya dikatakan jengkel, seperti yang dialami oleh Dinas Kesehatan Kota Ambon. Bahkan salah satu dokter yang bertugas di sebuah Puskesmas di Kota Ambon merasa jika perlakuan yang mereka terima dari pihak kepolisian dengan melakukan pemeriksaan hanya karena persoalan dana intensif yang mereka terima untuk bulan Maret dan April sebaiknya dikembalikan kepada pemerintah, jika harus dianggap bermasalah.

Sejawat yang berbahagia, bagi yg telah mendapatkan insentif, sudahkah kepolisian tipikor menyambangi puskesmas anda?” Tulis akun bernama Cuma Dokter Puskesmas alias @cumadokter, sambil melampirkan foto surat pemeriksaan dari Polres Kota Ambon, dan postingannya tidak berhenti disitu.

Siapa yg mau kopit ini ada? Kami tenaga kesehatan? Siapa yg mau uang kopit² ini? Kita? Demi uang 3.5jt untuk bulan Maret dan April yg sy dapat, begitu pula dgn tenaga kesehatan di 22 Puskesmas sy yakin dan siap untuk kembalikan uang kopit ini, cuma bikin masalah anying!”

Loh kalau mmg benar dan gk salah knp takut diperiksa dok? Bukannya takut diperiksa bang jago, masalahnya kita lelah, muak, eneg sm pandemi ini, capek bos hidup dlm kewaspadaan tingkat tinggi selama 6 bulan, sementara yg lain santai aja, kyk org gila!

Instansi lain pd wfh, kita always wfo walaupun sempat sistem shift, apalagi yg di Dinkes? Always on bos! Cuma demi duit segitu? Lalu kalian lapor? Njir, gk sampe masuk di akal sehat sumpah.

BPK jelas periksa, BPK wajar lah pasti periksa uang negara, cm ini ada yg lapor isilop, yg lapor kyknya lg laper, minta disumpal odading mang oleh.”

Baca juga:  Pemuda Subuh

Menurut @dokterpuskesmas, kejadisn pemeriksaan ini, akibat adanya laporan yang diterima oleh pihak kepolisian, namun bentuk laporannya tidak disebutkan olehnya. Sementara itu tidak sedikit netizen yang merasa jika terjadi ketidakadilan apa yang dialami oleh dokter di puskesmas di Kota Ambon.

@maulanarifki, “wkwkwkw kayak temen gua nih, udh muak ngerjain spj covid, mending cari uang dr praktek mandiri katanya lebih tenang. di pkm udah ribut sana sini minta jatah, belum ada pemeriksaan inspektorat,, pdhl uangnya ? 800ribu sebulan hahahaha.”

@aldhiraa,” Gila ini mah … nakes lagi “perang” pertaruhin nyawa, terus direpotin ginian …”. Bahkan ada salah satu dokter marah dan langsung mendoakan pihak kepolisian, melalui akunnya.

Baca juga:  Mempersiapkan Kamar Sebagai Ruang Isolasi Mandiri bagi Pasien COVID-19 di Rumah

@dr_riezkie, “Semoga pak @DivHumas_Polri dapat insentip berupa virus covid19 juga spt kami yg kena…insentip bukan kita yg urus tapi administrasi..semoga yg ngelapor dipanggil tuhan yang maha esa.”

Sementara itu surat perintah yang difoto kemudian di posting, memperlihatkan jika penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Polres Kota Ambon adalah memeriksa seluruh dokumen yang telah dikeluarkan oleh pihak Puskesmas Kota Ambon, yang meliputi dokumen, Daftar nama pasien covid19 di 22 puskesmas yang tersebar di Kota Ambon, daftar jumlah tenaga kesehatan baik yang diusulkan dan yang menerima dana intensif pada bulan Maret dan April 2020, yang meliputi Dokter Spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat bidan dan tenaga lainnya.

(Visited 678 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Specify Google Client ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Google Login to work

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *