Nggak nyambung

Top News

Oleh : *Tere Liye, penulis novel “Negeri Para Bedebah”

Berapa sih gaji perwira menengah polisi itu? Beserta tunjangan, maka besarnya kurang lebih 20 juta sebulan. Ada polisi di sini? Mungkin bisa bantu konfirmasi, right?

Apakah ini besar? Tergantung. Untuk rata2 penduduk Indonesia, jelas besar. Banget. Tapi untuk punya rumah harga 2-3 milyar, mobil 2-3 buah dengan harga total bisa 1 milyar, aset tanah dll dimana2. Sorry, nyaris tidak masuk akal.

Gaji 20 juta itu, setidaknya 10-15 juta habis utk keperluan rumah tangga, biaya sekolah anak, hiburan, dll, dll. Sudah hemat ini, cuy. Sisa 5-10 juta. Darimana rumusnya bisa nyicil rumah mewah 2-3 milyar, mobil dll dengan sisa gaji 5-10 juta sebulan? Setahun itu hanya terkumpul 60-120 juta.

Berapa gaji jaksa, hakim? Baiklah, utk jaksa, hakim pengabdian 15-20 tahun, mari kita rata2 saja 20 juta juga sebulan. Ada jaksa, hakim di sini, mungkin bisa konfirmasi angkanya. Maka darimana nyambungnya jika dia ternyata sudah punya aset 6, atau 10 milyar hanya 20 tahun bekerja? Gimana ngitungnya?

Alasan favorit biasanya: dia punya bisnis sampingan. Yang bisnis itu bisa ngasih uang 500 juta, bahkan milyaran per tahun. Baiklah. Masuk akal. Tapi sorry, lagi2 kita menemukan hal yang menarik. Jika bisnisnya menghasilkan 10-20 kali lipat dibanding gaji sebagai aparat, kenapa tidak fokus saja ke bisnis? Konsentrasi penuh. Wah, besok2 bisa jadi konglomerat. Ngapain harus menyibukkan diri dgn kerja di kantor yang harus masuk, dinas, dll. Yang sampingan itu yang mana? Atau ‘posisi’ sebagai aparat itu penting sekali utk melancarkan bisnis?

Baca juga:  Ketua KPU RI Positif Covid19, Netizen ; "Oya?, Alhamdulillaah... Eh, Astaghfirullaah..."

Kita sebenarnya punya cara yang jitu sekali jika mau melakukan reformasi atas lembaga penegak hukum. Bagaimana caranya? Seluruh penegak hukum wajib menyetorkan data kekayaan mereka. Bahkan level paling bawah, semua wajib setor. Rekening bank, aset, semua wajib dilaporkan, termasuk yg didaftarkan atas nama anak, istri, keluarga. Lantas dari sini, semua mulai diperiksa. Siapapun yang ketahuan menyembunyikan data, berbohong, sikat. Siapapun yg tidak bisa menjelaskan sumber asetnya, periksa. Kita itu sudah punya lembaga yg mampu menelusuri aset, dll ini. Jika dipandang perlu, maka siapkan lembaga independen seperti KPK, khusus utk membersihkan penegak hukum yg bermasalah.

Kita membutuhkan penegak hukum yang bersih. Karena bagaimana rumahnya akan bersih jika sapunya kotor? Naif sekali jika kalian membantah fakta ini. Lihatlah ada bintang satu polisi bisa dibeli untuk membuat surat meloloskan koruptor. Crazy. Ada jaksa yang bisa dibeli juga, dsbgnya. Panjang daftarnya. Dan itu baru dari yg ketahuan. Lantas bagaimana yang tidak ketahuan? Ini bukan soal suuzon, berprasangka buruk. Ada contoh nyatanya, cuy. Dan itu membuat geleng2 kepala. Kok bisa bintang satu mau ngurus hal remeh, surat jalan.

Baca juga:  Demo menolak rapid tes

Jika negara ini memang benar2 niat mau mereformasi penegak hukum, bisa. Asal niat. Kongkrit. Ini bukan masalah politik. Ini masalah penegakan hukum dan keadilan. Percayalah, kita MASIH punya polisi, hakim, jaksa yang jujur. Orang2 beginilah yang diberikan jabatan, kekuasaan untuk memperbaiki lembaganya. Bukan aparat penegak hukum yang sorry, asetnya kagak nyambung dengan profil gajinya.

Tapi berkali2 ganti rezim, berkali2 ganti partai yg berkuasa, lihatlah, apa yang terjadi? Kita terus saja dipertontonkan penegak hukum yang ganjen. Main mata dengan penjahat. Kalau sudah begini, wah, bahkan level menengah bawah saja diam2 mungkin punya aset milyaran. Apalagi yang diatas, gendut rekening dan asetnya.

Penting sekali reformasi lembaga penegak hukum ini. Karena percayalah, sekali hukum benar2 tegak di negeri ini, perekonomian akan meroket dengan sendirinya.

Semoga masih ada yg masih mau memikirkannya. Dan buat kalian polisi, jaksa, hakim, kitalah yg tahu persis kita itu jujur atau tidak. Harta benda yg kita miliki itu diperoleh dari cara jujur atau korup, kita tahu persis, sepanjang nuraninya masih nyala. Di page ini ribuan anak2 dari polisi, jaksa, hakim yg membaca tulisan2 ini. Semoga orang tua kalian termasuk yang amanah dan profesional.

(Visited 20 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *