Internet jadi kendala sekolah Daring

Top News

Oleh : Naniek S.Deyang

Setelah meninjau beberapa sekolah di Bogor Nadiem akhirnya mengakui bahwa internet jadi kendala sekolah Daring .

Pak Menteri Nadiem, Bogor itu hanya selemparan dengan Istana Negara, dan hanya beberapa puluh KM dari Ibu Kota Indonesia, Jakarta. Coba Anda anjang sana ke daerah -daerah yg lebih jauh dari Ibu Kota apalagi di pegunungan2.

Masalahnya bukan hanya internet saja Pak Menteri, tetapi juga masalah kuota, masalah gak bunya gadget, masalah gaptek, masalah anak yg masih kecil harus didampingi dll. Di Bekasi misalnya ada Ibu2 yg tidak punya uang namun dibela -belain buat beli Android agar anaknya bisa sekolah, giliran android sdh kebeli gak bisa memakainya, jangan google classroom, WA aja ibu itu gak paham.

Urusan Gaptek ini bukan hanya masalah orang desa, yg di kota pun Emak2 juga puyeng karena anak -anaknya harus pindah -pindah program, misalnya sekolah pakai zoom , nanti ngerjaain PR atau tugas di google classroom , Koobits dll, dan baca-baca di highlights library dll , masih ditambah saat zoom anak harus pegang modul dan buku pelajaran ……ayoo apa nggak pusing? Apalagi yg Ibu2nya harus kerja , apa ya bisa anak -anak mengoperasionalkan sendiri gadget atau laptopnya?

Baca juga:  Jangan teriak : Merdeka. Malu kita

Emang mata anak -anak juga gak pedih natap layar HP atau laptop dari jam 7-8 pagi sampai siang jam 12-13.00, plus ditambah ngerjain tugas, dan quiz hampir setiap hari. Yg repot quiz ini jawaban harus persis yg sdh ditulis guru di kompiuter , kalau anak -anak salah sedikit saja meski maksudnya benar kalau gak sama dengan tulisan yg ada di kompiuter maka jawabanya jadi salah. Sudahlah pokok ancur bangett anak -anak yg sekolah Daring itu, kecuali anak -anak yg mungkin ada Ibunya yg berpendidikan bisa mendampingi atau ada guru les.

Itu di kota Pak Menteri , di desa lebih ancur pastinya, susah internet, gak punya kuota, gak punya gadget, gak ada orang tua yg dampingi, anak dan guru sama2 gapteknya…ya sudahlah main layangan atau ke sawah aja bantu Emak -Bapak, atau nangis tiap hari karena pengin sekolah.

Baca juga:  Wahai Buzzer rezim, kalian pasti kalah !

Pak Nadiem, tolong sudahi Daring , kembalikan anak -anak ke sekolah, bisa dimulai dari yh wilayah terpencil , lalu di desa -desa, lalu bertahap ke perkotaan.

Dari dana BOS, bantu sekolah menyiapkan tempat cuci tangan di mana -mana, beli masker dan face shiled, dan hand sanitizer utk anak -anak gak mampu, kalau anak -anak mampu dan sekolah swasta besar tentu tdk usah dibantu.

Percayalah anak -anak lebih kuat imunnya dan lebih tertip melaksanakan protokol kesehatan, dan anak-anak yg bisa sekolah lagi, dia akan bisa berolahraga tiap hari karena bisa berlari ke sana -kemari bersama temannya, mereka juga akan bahagia karena bisa bermain lagi. Imun yg paling bagus itu kalau orang bisa bahagia.

Ayo mulai bertahap kembalikan anak – anak ke sekolah lagi Pak Menteri ..

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *