Wawancara dengan wartawan

Top News

Oleh : Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST.

Sore ini saya di wawancara Majalah Listrik yg cukup besar di Jakarta/Indonesia.

Pertanyaannya, diantaranya ada yang menarik, yaitu , menurut bapak sebaiknya diapakan pembangkit2 PLN yang sudah tua itu ? Dan saya jawab, dijual kiloan saja ke para pedagang besi Madura itu.
Apalagi sebenarnya pembangkit2 PLN Jawa-Bali yg boleh ber operasi saat ini hanya yang PLTA (untuk “peak load” atau beban puncak ) dan yang PLTG/PLTGU (menjaga stabilitas frekuensi).

Dan pertanyaan terakhir, apa saran bpk untuk kehandalan listrik kedepan ?

Saya jawab, yg paling utama sebelum bicara kehandalan adalah bicara Visi/Ideologi Ketenagalistrikan oleh Pemerintah.

Saya bilang , Rezim ini banyak “oknum” pejabatnya yg memanfaatkan jabatannya untuk berdagang kelistrikan bersama Asing dan Aseng dengan cara “merampas” jaringan Transmisi dan Distribusi PLN . Sementara pembangkit2 PLN tidak boleh ber operasi, menunggu rusak dan dijual kiloan sbg besi tua !

Baca juga:  Mungkin Ibumu sedang menunggu keberhasilanmu

Sementara ritail PLN sdh dijual oleh “oknum” DIRUT saat itu ke Perusahaannya (krn kebetulan oknum Dirut tsb pedagang ) dan perusahaan sembilan naga spt TW dll.

Sehingga otomatis saat ini Jawa-Bali sdh terkondisi secara MBMS (Multi Buyer and Multi Seller ) atau mekanisme pasar bebas kelistrikan, dan harga listrik sudah ditentukan oleh Kartel listrik swasta tsb yg terdiri dari para pengusaha IPP (yg ada “oknum” pejabatnya ) dan pengusaha ritail (“oknum” mantan Dirut PLN dan TW cs ). Makanya jangan heran kalau sampai September 2020 ini Pemerintah keluarkan subsidi Rp 107T ( paparan Dirut PLN saat RDP dng DPR dan Menkeu ) dan diperkirakan sampai akhir tahun 2020 Pemerintah akan keluarkan subsidi sekitar Rp 140T guna “mengerem” tagihan listrik akibat MBMS Kartel listrik tsb. Bandingkan dng subsidi ke PLN ( sebelum terjadi Kartel kelistrikan Jawa-Bali ) yg hanya sekitar Rp 50T pertahun !

Baca juga:  Tidak apa

Bila Pemerintah melepas “grip” MBMS ini sesuai pasar bebas maka dipastikan tarip listrik akan naik menjadi 3 sampai 4x lipat saat ini !

Rakyat/Konsumen siap siap saja !

Innalillahi wa Inna ilaihi roojiuunn !!

JAKARTA, 27 JULI 2020.

https://www.konfrontasi.com/content/opini/wawancara-dengan-wartawan

(Visited 24 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *