Old Not Gold

Top News

Oleh : Felix Siauw

Satu saat nanti, akan tiba giliran barang-barangku yang diunggah, bukan sebagai harapan tapi sebuah kenangan. Sesuatu yang pernah ada, dijadikan pelajaran atau sekedar cerita

Berapa lama tangan ini mampu mengambil yang bukan haknya? Berapa lama lisan ini bisa menyakiti perasaan orang lain? Berapa lama lagi sampai akal melupakan dirinya sendiri?

Sampai kapan lalu akhirnya maksiat tidak lagi akan terasa nikmat? Sampai kapan sebelum syahwat tak lagi menawan? Sampai kapan sebelum semua warna hidup adalah ujian?

Waktu tak mengenal iba, melibas siapapun tanpa pilih. Berlalu begitu cepat, baru dirasa saat sudah lama lewat. Meninggalkan yang lebih dulu, memanjakan yang baru datang

Baca juga:  TIANG TURUS PANCASILA: Ketuhanan Yang Maha Esa bukan Gotong Royong

Bagi mereka yang tak bijak, kenangan adalah siksaan, pengingat akan segala kebodohan, makin banyak berharap makin besar penyesalan, tertinggal dan dilupakan

Bukankah kita semua begitu? Baru ingin tahajud setelah tak bisa berdiri? Baru terpikir sedekah setelah tak punya? Baru ingin berdakwah setelah lemah? Panjang angan

Tapi saat kita punya semuanya, semua kebaikan bisa kita lakukan, kita juga merasa kita punya banyak waktu. Nanti bisa, nanti bakal saya lakukan, sampai nanti itu hanya tinggal nanti

Hari ini akan tinggal kisah, kita semua akan segera menyejarah, itupun bila kita berbuat sesuatu yang layak diingat. Tapi sebagian besar dari kita bahkan takkan diingat

Baca juga:  Sesal di awal

Old but not gold, lifeless dan forgotten

(Visited 16 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *