Nggak banget

Top News

Oleh : Tere Liye, penulis ‘Negeri Para Bedebah’

Tulisan ini sengaja diposting setelah ramai2 di luar sana berlalu. Masih ramai sih, tapi yg dulu semangat banget mengajukan, nampaknya sudah mulai tahu diri. Mengambil posisi. Jadi momennya kayaknya pas. Sy tuliskan juga usulan solusinya. Biar tokcer.

Saya barusan membaca Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila. (RUU HIP). Saya ambil file pdf-nya dari website DPR. Saya baca, saya simak, dan saya tertawa.

Kekeliruan terbesar RUU ini adalah: tidak terus terang. Ayolah, jangan ‘malu2’ begitu. RUU ini simpel tentang BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila). Sudah itu saja. Tapi biar pemanis, biar orang lain tdk marah, dibuatlah penjelasan panjang lebar, pasal2, dsbgnya. Coba baca sendiri pdf-nya. Kalian download dari website DPR. Nyaris separuh isi RUU ini tentang BPIP, mulai dari pasal 40 sampai selesai.

Sialnya, pasal2 panjang lebar di awalnya justeru bermasalah pula. Duuh, nambah deh yg marah2. Apa masalahnya? Baca sendiri. Elit politik hari ini itu, kadang merasa lebih hebat dibanding founding fathers. Jangan2, mereka ngerasanya paham sekali tentang Pancasila, jadi bebas mau mereka apain itu Pancasila. Bablas cuy.

Baiklah, tak usah panjang lebar. Saya akan kasih kalian usul saja sbb, saya buatkan draft baru RUU-nya. Lebih singkat, padat, dan to the point.

RANCANGAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR… TAHUN…
TENTANG
BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Baca juga:  Kata Al-Qur'an tentang usia

Menimbang : Hello, kalian harus tahu, bahwa penting sekali ada lembaga negara di Indonesia itu yang akan bertugas membina ideologi Pancasila. Dan untuk itu, harus ada UU yang mengaturnya, biar posisinya kuat. Kalau kagak pakai UU, nanti dianggap lembaga ecek-ecek saja dong. masak badan pembina pancasila tdk ada dasar UU-nya. jadi ayolah, kita harus bikin UU-nya

Mengingat : Duuuh, masih harus dijelaskan lagi? kan sudah jelas? baiklah, mengingat UUD 1945 pasal sekian-sekian, mengingat Ketetapan MPR nomor sekian-sekian, banyak. intinya adalah, kita perlu lembaga yang membina ideologi Pancasila.

Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
dan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA

BAB I
PEMBENTUKAN
Pasal 1
Presiden membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Pasal 2
Anggota Badan ini ditunjuk oleh Presiden. Berapapun pesertanya terserah Presiden. Darimana, terserah Presiden. Bahkan jika itu adalah Ketua Partai boleh, bebas saja. Terserah Presiden. Masalah konflik kepentingan dsbgnya, terserah Presiden.

Pasal 3
Tugas Badan ini pokoknya adalah untuk memastikan ideologi Pancasila menjadi nafas rakyat Indonesia. Agar mereka anti korupsi, tidak kabur dari kejaran KPK. Rakyat harus Pancasila. Rajin bayar pajak. Rajin iuran BPJS, dan iuran2 lainnya. Dan lagi2, anti korupsi. Perkara elit politik tidak, aduh, elu gimana sih? kan yang diatur rakyatnya.

Baca juga:  Skandal Politik Pilpres, usut tuntas

Pasal 4
Struktur lembaga ini terdiri dari: Dewan Pengarah, Dewan Pengarah untuk Dewan Pengarah, Dewan Pengawas, Dewan Pengawas untuk Dewan pengawas. Semakin banyak anggotanya semakin bagus. Jangan lupa, Dewan Pengarah bisa membentuk Dewan Pakar. Lantas Dewan Pakar juga bisa membentuk Dewan Pakar dari Dewan Pakar. Dstnya.

Pasal 5
Anggaran biaya, pengeluaran, dsbgnya dari Badan ini akan disusun dengan seksama. Karena ini penting sekali, tentu semua harus menerima berapapun anggarannya. Ingatlah Revolusi Mental, program itu sangat sukses dan telah membuat rakyat memiliki mental luar biasa. Lagi2, anti korupsi, tidak kabur dari kejaran KPK. Staf badan ini harus dibuat bahkan hingga RT/RW. Kita harus membuat rakyat Indonesia Pancasila sekali.

Pasal 6
Hal2 yang belum diatur, akan diatur kemudian. Dan kalaupun kemudian belum juga diatur, maka akan diatur lagi kemudian. Duuh, mengatur-atur ini kan tidak perlu repot.

Disahkan di Jakarta
pada tanggal…
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

**ini cuma usul loh, jangan marah2. nah, kalau situ tetap marah, duuuh, ini cuma usul tidak sengaja. nyiram penyidik KPK, bikin mata rusak, cuma dituntut 1 tahun. masa’ gara2 nulis beginian, elu bakal menjarain Tere Liye. Nggak Pancasila banget.

(Visited 16 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *