Mari kita sejenak membaca dengan baik.

Mari kita sejenak membaca dengan baik.

Mari kita sejenak membaca dengan baik.

Oleh : Muhammad N.Gunawan

Kita hidup, selalu berpikir positif itu harus. Namanya huznudzan. Lalu, jika hanya sekadar berpikir positif tanpa rasa, karsa, akal, dan kebijakan, maka yang terjadi adalah, hal buruk pun bisa kita katakan baik.

Kita lihat ramai-ramai tenaga kerja asing dari hal ini kita lihat cina, be ramai-ramai masuk ke Indonesia. Timbul pertanyaan, kenapa harus cina? Kita harus teliti, jika ingin meningkatkan kualitas kerja? Kenapa harus cina? Banyak manusia pun dari negara lain yang bisa lebih baik dalam segi keahlian.

Alasan biaya? Justru Indonesia membayar mereka lebih banyak daripada mereka membayar karyawan tanah air. Apakah itu adil? Apakah itu dapat me-makmurkan rakyat? Lalu bagaimana dengan rakyat yang menganggur? Alasan tidak punya skill? Oke… Lanjut

Saya beri materi sederhana… Saya saat ini sedang bekerja di luar negeri yaitu Arab saudi. Di sini ada banyak pekerja asing terutama dari negara-negara Asia Tenggara, seperti mayoritas Indonesia, Malaysia, Filipina. Apakah kalian tahu? Rata2 (maaf bicara) mereka tidak berpendidikan tinggi, tidak mampu bahasa inggris dan banyak juga yang tidak mampu baca tulis bahasa Arab. Rata2 pekerja di sini sebagai tukang, pembantu rumah tangga, supir, dan pegawai restoran & kafe. Mereka sangat awam, jujur saja, alhamdulillah saya kerja di sini karena urusan pribadi dan profesional. Maka saya mampu berbicara dan meneliti.

Baca juga:  Sesal di awal

Lalu dampaknya apa? Pertama, banyak dari TKI yang dilecehkan dan dipandang sebelah mata. Banyak dari mereka yang digaji dan diperlakukan rendah. Lalu dampak kedua, asal tahu saja, banyak pengangguran penduduk Arab Saudi sendiri lho. Oleh karena itu, akhirnya pihak kerajaan membatasi masuknya tenaga kerja asing ke dalam negara Saudi Arabia.

Dan satu hal, negara ini masih mampu menjaga kesejahteraan rakyatnya. Masih banyak subsidi untuk rakyatnya baik yg bekerja maupun yang menganggur. Banyak biaya kesehatan yang ditolong oleh pemerintahnya! Terakhir, kita tenaga asing profesional atau tidak, kita TIDAK DIGAJI LEBIH TINGGI DARI PENDUDUK MEREKA SENDIRI. Contoh gaji saya sebagai barista dan coffee roaster profesional, semisal gaji saya pokok 2,000 riyal, nah jika yang bekerja di posisi saya sekalipun skill saya lebih baik, mereka digaji dua kali lipat. Karena apa? Tenaga asing tidak boleh digaji lebih tinggi daripada tenaga kerja penduduk lokal.

Baca juga:  Di +62: Jahat Pejabat, Taat Pecat

Lalu indonesia, tidak mampu menjaga kesejahteraan rakyat, malah ingin menggaji tenaga asing sebanyak itu? Dan membayar mereka lebih tinggi dari rakyatnya sendiri? Apa kita harus berpikir positif tanpa kebijaksanaan dan akal yang baik dalam menelaah? Agama Islam mengajarkan kita Al-Qur-ân dan kita diberi akal untuk berpikir agar dapat menafsir pesan-pesan Allah dan Rasulullah dengan baik, begitu juga urusan dunia.

Mungkin Indonesia memakai alasan banyak rakyat yang tidak memiliki skill dan kemauan. Ayo lah, Indonesia itu punya banyak waktu, rakyat dan pemimpinnya harus bekerja sama, kita bisa melatih diri kita sendiri dan saling memberi motivasi agar dapat meningkatkan nilai diri dari segi dunia dan akhirat.

Hubungan ini timbal balik. Jika pemimpin suatu negara tidak / kurang baik, begitu juga rakyatnya. Kita harus saling berkaca diri satu sama lain, demi terjaganya Indonesia dan Pancasila, demi Allah dan agama Islam.

Riyadh, 27 Juni 2020

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1835823006560086&id=100003972130317

(Visited 16 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account