Drama pelayanan SIM

Drama pelayanan SIM

Drama pelayanan SIM

Oleh : *Tere Liye, penulis novel “Negeri Para Bedebah”

Itulah kenapa pas pelajaran Matematika itu, kalian jangan malah nguap, ngantuk, tidur, atau malah bolos. Gara2 tidak ngikut pelajaran Matematika, maka kemampuan berhitung yang sangat sederhana saja tidak bisa.

Ini contoh soalnya:

Ada sebuah negara, misalnya, menutup pelayanan SIM tanggal 20 Maret – 20 Mei 2020.

Pertanyaan 1: Berapa lama mereka menutup pelayanan SIM?

Kalau kalian ikut pelajaran Matematika, bakal tahu jawabannya, 2 BULAN. Tapi kalau kalian bolos, maka di kepala kalian cuma 2 HARI.

Pertanyaan 2: Jika yang tidak bisa mengurus SIM selama periode tutup itu dipindahkan ke jadwal lain, berapa lama dibutuhkan agar selesai semua dengan asumsi kecepatan dan jumlah titik pelayanan tidak berubah?

Kalau kalian ikut pelajaran Matematika, bakal tahu jawabannya, 2 BULAN. Tapi kalau kalian bolos, maka di kepala kalian cuma bilang 1 BULAN. Kan kacau jadinya, tutup 2 bulan, eh mau diselesaikan 1 BULAN. Padahal, kecepatan dan jumlah titik pelayanan malah turun drastis. SIM keliling berkurang, gerai di mall berkurang, dll. Belum lagi, duh, dasar tukang bolos memang, yang SIM-nya habis di luar periode itu juga bakal ngurus SIM mereka, JUNI misalnya, memangnya mereka tidak akan ngurus?

Baca juga:  Di +62: Jahat Pejabat, Taat Pecat

Pertanyaan 3: Dengan jumlah 2 BULAN yang mau ngurus, ditambah jumlah JUNI yang mau ngurus, dan dengan jumlah titik pelayanan berkurang, akan seberapa panjang antrian bikin SIM?

Seriusan ini, kalau kalian bolos Matematika, dan penjilat atasan pula, maka jawabannya: “Siap Komandan, sepi tuh, semua tertib.” Tapi kalau kalian benar2 belajar Matematika, dan memang mau melayani masyarakat, kalian akan tahu, sejak jam 2 dini hari bahkan ada yg sudah antri.

Terakhir,

Semoga negeri ini minimal pejabat2nya, petinggi2nya, polisi2nya, minimaaaal banget, ya Allah, semoga mereka bisa berhitung. Satu tambah satu sama dengan dua. Dua tambah dua sama dengan empat. Ya Allah, itu saja. Nah, kalau mereka bisa berhitung begini, mereka bakal tahu, dibutuhkan setidaknya 6 BULAN untuk menyelesaikan 2 BULAN yang ditutup itu. Minimal ini loh, 6 BULAN, dan itu berlaku di seluruh Indonesia, bukan cuma Jakarta, Surabaya dan kota2 tertentu. Karena kecepatan dan jumlah titik pelayanan kalian turun drastis. Karena biar di lapangan semua tertib, tetap jaga jarak, bukan malah jadi sumber penyakit. Lagian, ngapain sih rakyat itu dibuat rusuh? Itu cuma perpanjangan SIM, di luar negeri, yang mereka lebih pandai berhitung, serba online, serba mudah, mereka bahkan bisa ngasih perpanjangan otomatis, dll, dsbgnya.

Baca juga:  Surat terbuka Naniek S.Deyang tentang perbawangputihan

Atau kalian cuma fokus ke duit trilyunan dari perpanjangan SIM ini? Ngebet banget biar dapat duitnya segera? Kan nggak. Fokuslah ke melayani masyarakat. Layani dengan sepenuh hati. Ayolah, bantu rakyat itu. Mudahkan hidup mereka di tengah pandemi ini. Bagaimana caranya? Mulailah dengan pandai berhitung.

(Visited 18 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account