Harusnya Bukan Papi

Harusnya Bukan Papi

Harusnya Bukan Papi

Oleh : Ustadz Felix Siauw

Memang nggak banyak, cuma 5 juta. Tapi yang ngasih, selalu lebih penting dari yang dikasih. Papi transfer ke saya, setelah melihat story @bbn.indonesia #BBNAgainstCovid19

Beberapa hari setelahnya, Papi ngeliat lagi posting saya tentang program #TebarBerkahRamadhan, Papi telpon lagi, “Lix, Papi titip 200 paket ya”. 6 juta lagi ditransfer

Sebelumnya, tiap tahun menjelang Iedul Qurban, Papu selalu tanya, “Lix, tahun ini kurban apa? Papi boleh ikut?”. Saya jawab, “Boleh pi, mau berapa bagian?”. Transfer lagi

Termasuk awal Ramadhan kemarin, Papi datang kerumah, sambil nengokin cucu-cucunya, bawa kurma premium, isi 5 kg, dan bahan pangan untuk Ramadhan

Nggak inget pastinya, yang pasti udah banyak banget hal-hal kayak gini yang Papi lakukan. Tolong dicatat, beliau belum jadi Muslim, beliau Chinese yang dikenal perhitungan

Baca juga:  Do'a Ibu

Lalu saya menyelidik hati, nanya ke diri sendiri. Bukannya murah hati itu harusnya kultur kita? Lifestyle Rasulullah dan sahabat? Yang kita lebih layak begitu diatas manusia lain?

Bukannya dalam sejarah, Muslim itu bener-bener yakin bahwa hartanya gak bakal ilang saat disedekahin? Yang yakin kalau harta sebenarnya justru yang diinfak ke kebaikan?

Setahu saya, dibandingkan kitab yang dibaca Papi, Al-Qur’an itu jauh banget lebih banyak ngomong tentang sedekah, lengkap dan detail tentang balasan dan keutamaannya

Di sirah dan hadits, nggak habis-habis kisah tentang sedekah, nggak numpuk harta, tentang sahabat yang nggak pernah zakat, sebab hartanya tak sampai nishab, buat sedekah

Bahkan di rukun Islam kita ada tentang zakat. Bahkan di ayat-ayat awal di surah-surah awal dikasitau tentang sedekah. Tapi sekarang kita biarkan ummat lain ngurus urusan kita

Baca juga:  Sesal di awal

Yang Muslim bukan nggak ada yang mampu. Tapi nggak banyak yang mau. Kita ngerti akhirat, kita ngerti konsep nyiapin bekal. Tapi kita kadang lebih kikir dari yang kita duga

Padahal, Al-Qur’an paling lengkap berkisah tentang mereka yang terperdaya harta, detail tentang Qarun, di Al-Kahfi tiap pekan kita baca tentang kisah pemilik kebun

Kita yang Muslim, lebih layak bersedekah. Lalu sampai kapan tugas kita ini justru dikerjain orang lain?

(Visited 10 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account