Mukjizat Terakhir

Mukjizat Terakhir

Mukjizat Terakhir

Oleh : Felix Siauw

Tuhan itu ada, artinya, Tuhan pasti memberikan cara kepada untuk mengenali-Nya, mengenali diri kita sendiri, dan saling mengenal diantara semua ciptaan-Nya

Gadget yang kita gunakan untuk membaca tulisan ini saja datang dengan aturan dari produsennya. Apalagi kita manusia yang jelas-jelas lebih rumit dan lebih berharga

Dan sejarah dunia telah berkisah pada kita, tentang mereka yang dikenal sebagai Nabi dan Rasul, utusan-utusan Tuhan yang Maha Gagah, yang mencipta semesta

Maka utusan yang benar, seharusnya membawa bukti dari yang menugaskannya. Begitulah tiap-tiap ummat menanti bukti yang dibawa oleh Nabi dan Rasul mereka

Manusia di masa Nabi Ibrahim terkesima dengan Ibrahim yang menaklukkan api, Daud melembutkan besi, Sulaiman mengendali angin dan bangsa jin, Musa memerintah air, Yusya memerintah waktu, Isa menguasai kehidupan

Baca juga:  Muslim Yang Kaku Akalnya

Tiap Nabi dan Rasul datang dengan tanda dari-Nya, sebuah mukjizat yang melemahkan tiap-tiap kekuatan yang datang ingin mempertanyakan keabsahan pengutusan mereka

Para Nabi itu mengumumkan, mereka bukanlah pamungkas, akan datang dia yang dinanti, yang menggenapi. Yang membawa risalah paripurna, Muhammad namanya

Dan di malam penuh berkah itu, koneksi terakhir itu terjalin. Dari langit termulia kepada langit dunia, dan perlahan-lahan diturunkan kepada Nabi Muhammad yang bercahaya

Al-Qur’an itu cahaya, kalam yang bercahaya, dibawa cahaya, disimpan di dada penuh cahaya. Cahaya diatas cahaya, memaksa gelap mengakuinya dan tunduk padanya

Ayat demi ayatnya adalah panduan sekaligus keindahan. Penyejuk bagi yang merindu, gagah berwibawa di hadapan mereka yang angkuh nan jumawa

Baca juga:  Di +62: Jahat Pejabat, Taat Pecat

Tiap hurufnya keberkahan, kalimatnya menyelamatkan, ayatnya memberi pengertian, suratnya adalah mukjizat bagi mereka yang menggunakan akalnya

Mukjizat terakhir itu tak seperti mukjizat sebelumnya, yang turut hilang saat Nabi dan Rasul wafat. Mukjizat terakhir ini tinggal tetap, untuk jadi bukti hingga akhir masa

Agar tak ada alasan bagi manusia, untuk tak bersimpuh sujid di hadapan Sang Penguasa

Ada 40 menitan sharing kekaguman saya tentang “Mukjizat Terakhir” ini: https://youtu.be/I_awQvuYU3A

(Visited 27 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account