Ketika Sains Jadi Ayat-ayat Yang Berbicara

Ketika Sains Jadi Ayat-ayat Yang Berbicara

Ketika Sains Jadi Ayat-ayat Yang Berbicara

Oleh Felix Siauw

Terlalu banyak tanda-tanda yang terlihat, terdengar, dan terasa untuk bisa diabaikan akal. Tanda-tanda itu seolah berbisik, berbicara, bahkan berteriak, ingin menyampaikan satu hal

Itu yang saya dapatkan saat mempelajari sains, favorit saya tentu Biologi. Darimana asal mula kehidupan, darimana asal manusia, dan terkhusus bab reproduksi

Sebagai pelajar sekolah menengah, sekaligus akil baligh, pelajaran tentang reproduksi bukan hanya menarik dari segi yang itu saja, tapi juga bisa menjawab banyak tanya

Saya merasa sudah berpikir dan menggunakan akal untuk bisa mengenyahkan konsep Tuhan. Tapi semakin saya mencoba memahami sains, semakin saya ragu

Sebab terlalu banyak detail yang sangat rumit pada satu sel saja, belum kerjasama mereka dalam jaringan. Jangan tanya sistem organ, atau organisme dan interaksinya

Baca juga:  She packed her seven versalia

Proses reproduksipun mengarahkan saya pada satu hal yang mustahil kepada hal yang mustahil lainnya.Yang tak dapat dijelaskan, bahkan oleh para ahli biologi sekalipun

Mengapa sperma bisa tahu posisi ovum? mengapa ia mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrim? Bagaimana sel-sel yang berkembang dari zigot yang identik bisa berdiferensiasi?

Melambung jauh ke sistem respirasi, ekskresi, sekresi, hormonal, saraf, kelenjar getah bening, peredaran darah, skeletal, otot, dan paling penting: hidup itu sendiri

Mengapa manusia bisa hidup? Apa beda mayat dan saya? Sama semuanya, kecuali saya hidup, mayat tidak? Apa yang membuat jantung saya berdetak? Dan mayat tidak?

Ayat-ayat sains itu menundukkan keangkuhan intelektual saya, dan menyisakan satu pengakuan yang datang justru dari proses berpikir: Tuhan mustahil tidak ada

Baca juga:  Tanah Mama di tengah penetrasi kapital dan hemegoni Kuasa di NTT

Artinya, Tuhan pasti ada, atau Tuhan harus ada. Atau semua eksistensi yang saya lihat dan ketahui ini harus dijelaskan darimana asalnya, yang tak ada yang mampu melakukannya

Tuhan tidak bisa dibuktikan dengan metode sains. Tapi siapa yang mau belajar sains dengan jujur, maka sains akan menjelma jadi ayat-ayat yang menunjuk pada adanya Tuhan

Ada 34 menitan sharing saya, tentang bagaimana sains membawa akal saya untuk mengakui Tuhan:

(Visited 19 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account