Praktek kedokteran Gigi di tengah Pandemi Covid 19

Praktek kedokteran Gigi di tengah Pandemi Covid 19

Praktek kedokteran Gigi di tengah Pandemi Covid 19

Oleh : drg. Febrina Nasution

Ketika penyakit covit 19 mulai merebak pada bulan Januari di Wuhan, dunia masih belum sepenuhnya mengenal sifat dari virus corona si pembawa penyakit. Meskipun sama sama mengenai sistem pernapasan, ternyata sifat virus berbeda jauh dengan saudaranya , yaitu mers dan sars. Penelitian yang intensif di lakukan lembaga2 virulogi dunia untuk mengenalnya lebih dalam.

Dari berbagai penelitian diketahui penularan terjadi secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung melalui droplet atau percikan air liur atau cairan hidung. Secara tidak langsung melalui droplet orang yang terinfeksi jatuh ke tanah atau menempel di benda yang apabila tersentuh orang sehat akan tertular terutama bila menyentuh wajah ( mengenai mata, hidung dan mulut ).

Perawatan gigi terpusat di dalam rongga mulut yang di penuhi air liur. Sementara dalam melakukan perawatan gigi, jarak antara dokter gigi dan pasien kurang dari 1 meter, sebagai syarat dalam pencegahan penyebaran penyakit. Prosedur perawatan gigi seperti mengebur, pembersihan karang gigi , pemakaian penyedot air liur, semprotan angin dan air memicu timbulnya aerol. Aerosol adalah suspensi padat dan cair dalam bentuk gas dengan diameter kurang dari 50um, sehingga bisa berada di di udara dalam waktu cukup lama sebelum menempel di benda – benda sekitar dan memasuki saluran pernapasan . Aerosol dalam kedokteran gigi terjadi dari percikan air liur dan plak atau darah bercampur dengan semprotan angin atau udara. Oleh karena itu, praktek kedokteran gigi menjadi sangat beresiko di saat ini. Mengingat aerosol yang terjadi tidak mungkin untuk di kontrol.

Baca juga:  Leave for the far world of grammar

Meskipun begitu ada beberapa tindakan darurat yang harus di lakukan untuk mengurangi sakit dan pembengkakan yang terjadi pada pasien seperti; pemeriksaan dan pemberian resep untuk mengatasi keluhan, penambalan sementara untuk mengurangi ngilu pada gigi berlubang yang belum mengenai saluran akar gigi, gigi yang patah karena pemakaian atau kecelakaan dan sebagainya. Tindakan yang di lakukan meminimalisir waktu pembukaan mulut pasien .

Sebelum prosedural darurat di lakukan, pasien akan di lakukan skrining terlebih dahulu mengenai riwayat perjalanan yang pernah dilakukan dalam 14 hari terakhir dan keluhan penyakit giginya. Pemeriksaan suhu tubuh dan pemakaian obat kumur antiseptik juga di lakukan sebelum pemeriksaan. Dalam hal pandemi covit 19 , maka dokter gigi akan melakukan standar universal pencegahan pada setiap pasien tanpa kecuali. Seperti memakai baju pelindung, penutup kepala, masker bedah dan N95, pelindung wajah, sarung tangan rangkap dan pelindung sepatu.

Baca juga:  Warga Morowali Buktikan TKA China PT. IMIP Banyak Pekerja Kasar

https://www.facebook.com/groups/DokterGigiOnline/permalink/1372435862941576/

(Visited 15 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account