Perlu Tidak Selalu Harus

Perlu Tidak Selalu Harus

Oleh : Felix Siauw

Saya harus berpuasa, atau saya perlu berpuasa? Kalau saya harus, maka waktu akan jadi musuh yang harus dibunuh. Kalau saya perlu, maka waktu jadi pembatas kesenangan

Saya harus taat, atau saya perlu taat? Kalau saya harus, pengorbanan akan jadi beban yang disesali. Kalau saya mau, maka pengorbanan jadi kisah indah untuk dikenang

Saya harus menikah atau saya perlu menikah? Kalau harus, biasanya juga jodohnya harus itu, harus mapan, harus-harus yang lainnya. Kalau perlu, maka pernikahan akan diatur berdasar keperluan menghalalkan saja, sederhana

Tapi hidup tak selalu harus memilih antara harus dan perlu. Bisa jadi hari ini kita dilatih karena harus, dan besok kita naik tingkat ke perlu. Bila kita sudah menyadari

Baca juga:  Tidak apa

Seperti anak kecil yang harus belajar saat belum paham tentang kehidupan, dan meningkat menjadi perlu belajar ketika dia sudah menyadari kehidupan

Ada banyak kenikmatan hidup pada apabila kita bisa lepas dari keharusan, dan mulai memandang bahwa kita yang memerlukan semua yang awalnya diharuskan

Yang lari dari sesuatu, belum tentu lari menuju sesuatu. Tapi yang lari menuju satu tujuan, tak peduli dari mana dia mengawali larinya. Karena dia perlu, tak hanya harus

Mulailah melihat Islam dengan cara yang berbeda. Hari ini kita berpikir, “Mengapa Harus Islam”, besok bisa jadi “Mengapa Perlu Islam?”. Semua tentang persepsi

Haruskah kita terus berpikir dan berubah? Tidak harus. Hanya perlu 😶😶😶

(Visited 18 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account