Virus-virus mematikan

Virus-virus mematikan

Oleh : Tere Liye

Dalam rezim pemerintahan manapun, selalu ada tiga jenis virus yang menggerogotinya. Dan virus ini sangat mematikan. Apa wujud virus ini? Orang. Bukan hanya sekadar pemahaman. Saking nyatanya virus itu, dia mewujud jadi orang, dan orang2 ini menjabat, berkuasa, nyata adanya.

  1. Virus K-0R-UPS-1

Orang ini sibuk memberi kemudahan bagi napi koruptor. Di kepalanya terus berputar-putar, mencari ide bagaimana koruptor ini bisa dibantu. Kasih remisi. Kasih potongan penjara. Bila perlu kasih pembebasan segera. Virus yang satu ini selalu punya argumen untuk mendukung idenya. Mulai dari penjara penuh, kemanusiaan, hak asasi, koruptor juga manusia. Di kepalanya juga hanya ada jabatan. Dia dengan mudah loncat posisi, sepanjang ada jabatan untuknya. Menjilat ludah sendiri, sudah biasa.

  1. Virus 1N-VES-T0R

Nah, yang satu ini kasusnya berbeda lagi. Orang ini sibuk saja mengurus investor. Seolah dunia ini isinya cuma investor. Apapun itu, bela investor. Apapun itu, pokoknya investor benar. Dia siap membuldoser, menghabisi siapapun yang melawan investor. Virus ini nyata sekali. Bodo amat jika itu merusak alam, jika itu merugikan di jangka panjang, atau rakyat kecil hanya jadi kacung saja, yang penting investor happy. Jangan2, pas dulu dia lahir, kata pertama yang keluar dari mulutnya saat bayi adalah: ‘investol’. Dan apesnya, duh, virus yang satu ini merasa sedang sangat patriot, membela bangsa dan negara.

  1. Virus U-T4N-6
Baca juga:  Mien Uno : "Jaga Adikmu, Nak"

Sekali virus ini menulari seseorang, maka gejala paling terlihatnya adalah: dia hobi minjam utang. Kalau cuma utang 10.000 atau 20.000 per hari itu sih kecil. Yang satu ini, saking hobinya, dia utang 1 trilyun per hari. 365 hari berlalu? Utang tumbuh 400 trilyun. 5 tahun berlalu? Utang bertambah 2.000 trilyun. Lah, memang enak minjam utang kalau yang bayar nanti bukan dia. Ngapain harus pusing? Tidak akan ada debt collector yang bikin dia susah tidur. Utang itu bakal dibayar anak cucu kelak, yang mungkin dia sudah mati ratusan tahun, itu utang belum lunas juga.

  1. Virus 0-PURTUN-1S.

Orang2 ini (banyak penderitanya memang), punya gejala yang khas: asal bapak senang, penjilat, pemuja-pemuji. Kemarin dia bisa memaki, mencaci habis2an, tapi cukup satu posisi jabatan tidak penting, dia siap bahkan menceboki pantat orang yang dijilatnya. Lupakan yang kemarin, mari menatap masa depan penuh jilatan. Sekali tertular virus yang satu ini, susah sembuhnya. Lompat sana, loncat sini, terus berubah warna kulit, yang penting dapur terus mengepul. Dan jangan coba2 ceramah tentang moralitas, kalian akan balas diceramahi tentang bakti pada bangsa dan negara. Jika Ibu Pertiwi memanggil, dia siap mengorbankan dirinya. Tapi maksunya memanggil itu, itu sih soal tunjangannya piro?

  1. Virus B-UZZ-ER
Baca juga:  Apakah saya seorang pedofil?

Terakhir, di negara manapun, di pemerintah manapun, ini adalah jenis virus massal yang menghinggapi banyak orang. Baik itu komunis, demokratis, kerajaan, akan selalu ada orang2 yang siap menyerahkan hidupnya demi belain virus-virus lain. Inilah virus di dalam virus. Kalian bayangkan ada virus, lantas di dalamnya, juga ada virus. Core of the core, begitulah istilah kerennya.

Kalian perhatikan atau tidak? Di paragraf pertama tulisan ini ditulis ada 3 jenis virus dalam pemerintahan, tapi ternyata ada 5 dalam penjelasan? Kok bisa? Entahlah. Saya tidak tahu. Masih untung jadi nambah, karena dalam dunia virus pemerintahan sesungguhnya, bilang 5, eh yang dikasih cuma satu.

Demikian tamsil ini ditulis. Ini jelas tidak sedang merujuk sebuah situasi, aduh, GR deh kalau kalian tersinggung. Namanya tamsil, maka dia terus relevan sejak jaman Ken Arok, hingga kelak bumi diisi oleh android K3N 4R0K. Semoga kalian mau merenungkannya. Dan semoga kalian belum terlanjur terinfeksi virusnya. Karena kalau sudah, susah, virus di dalam diri kalian akan membantah semuanya.

**penulis novel2 politik, intrik: “Negeri Para Bedebah”, “Negeri Di Ujung Tanduk”, “Pulang”, “Pergi”, “PP” dan “Bedebah Di Ujung Tanduk”

(Visited 13 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account