Allah yang mencukupi

Allah yang mencukupi

Oleh : Ustadz Felix Siauw

Celakalah tiap pengumpat dan pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya (menimbun/menumpuknya). Dia kira hartanya itu mengekalkan dirinya – QS 104: 1-3

Terus terang, saat membaca surah ini, saya bingung, apa hubungannya antara humazah (pengumpat) dan lumazah (pencela) dengan para pengumpul dan penimbun harta

Sampai Allah tunjukkan keadaan di hari-hari ini. Panic buying, membeli dengan tujuan menimbun makanan, dan juga kelakuan penimbun barang untuk mencari keuntungan

Apa hubungannya? Para pengumpat dan pencela, dan para pengumpul dan penimbun harta, sama-sama punya sifat insecure: rendah diri, pengecut, yang bersarang di jiwanya

Lihat saja, orang mulai mengumpat, mencela, tajam lidah, membicarakan di belakang, kasar, ketika mereka tak bisa meninggikan dirinya kecuali dengan merendahkan yang lain

Baca juga:  Narasi Radikalisme

Mereka mendapati kenikmatan dengan menghina dan menyakiti orang dengan kata-katanya. Sebab mereka sendiri tak bisa berkarya. Ini arti: humazatin lumazatin

Sama, mereka yang menumpuk dan menimbun harta juga berpikir sama, insecure. Maka merasa takkan bisa hidup tanpa tumpukan hartanya, perkara orang lain masa bodoh

Ia terus hitung harta yang sudah dikumpulkan dan ditimbun, dan ia rasa masa depannya bisa dijamin dengan itu, mencari keuntungan dengan menumpuk dan menimbunnya

Manusia seperti ini, selalu ada sepanjang sejarah, maka ayat selanjutnya di surah 104 ini berbicara tentang siksa khusus yang tak ada di kisah-kisah lain dalam Al-Qur’an

Mengapa? Karena yang mereka lakukan sangat jahat. Menumpuk barang hingga langka dan tak tersedia, berharap keuntungan berlipat dari nyawa yang meregang

Baca juga:  Berdagang Kemiskinan

Mengapa? Karena menimbun bahan pangan, tak menyisakan kecuali untuk dirinya sendiri, berpikir egois, padahal ada yang benar-benar memerlukan yang dia tumpuk itu

Nasihat ini jelas takkan dianggap oleh mereka para penumpuk dan penimbun harta, bahkan akan diumpat dan dicela, dicaci maki akun bayaran mereka, nasihat ini untuk yang punya hati

Disaat tenaga medis bertaruh nyawa sebab langkanya APD, disaat kaum papah miskin berteriak anak-anaknya sebab langka pangan. Ada yang tertawa mengharap untung berlipat

Semoga Tuhan melembutkan hatimu

(Visited 25 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account