Ahli Pendapat Bukan Pendapat Ahli

Ahli Pendapat Bukan Pendapat Ahli

Ahli Pendapat Bukan Pendapat Ahli

Oleh : Felix Siauw

Di dalam Al-Qur’an, perumpamaan iman itu seperti akar, dan perumpamaan amal salih itu seperti batang dan cabang. Keduanya berbeda, meskipun sama-sama pohon

Normalnya, akar itu harus tersembunyi, tak terlihat. Sedang batang dan cabang itu harus terlihat, harus terkena cahaya, sebab daun-daun harus berfotosintesis

Karena itu jangan perlakukan batang dan cabang seperti kita perlakukan akar, demikian sebaliknya. Hal sama juga berlaku pada iman dan amal salih, masing-masing punya standar

Tawakal. Takut hanya pada Allah, hidup dan mati hanya Allah yang tentukan, tak ada daya dan upaya kecuali Allah, semua yang terjadi semuanya takdir Allah. Itu semua perkara imani

Ikhitiar. Menyiapkan strategi, mencari cara terbaik, melakukan tindakan pencegahan, tidak membahayakan diri dan orang lain, berhati-hati. ini semua perkara amal salih

Baca juga:  Hanya Ayah biasa

Maka saat Rasulullah memakai zirah berlapis, bukan berarti beliau beranggapan mati itu di pedang musuh, ketika beliau punya strategi, bukan berarti tak yakin Allah menangkan

Maka Rasulullah memerintahkan berobat, menyediakan tabib, itu secara amal salih, meski secara imani tetap saja meyakini kesembuhan itu hanya dari Allah, bukan selainnya

Maka Rasulullah perintahkan jangan dekati daerah wabah, sebagai bentuk pencegahan. Dengan tidak menafikkan bahwa secara imani, hidup dan mati sudah Allah takdirkan

Demikian iman punya ukurannya, dan amal salih juga punya ukurannya. Jangan ukur amal salih dengan ukuran iman

Apalagi bila ulama sudah mengkaji, merumuskan, dan memutuskan rekomendasi. Maka mereka yang beriman, mereka yang takut Allah, adalah yang menaaati fatwa itu

Baca juga:  Allah tidak pernah iseng

Yang dihindari waktu-waktu ini adalah berkerumun dan berkumpul. Karena kita tak tahu, orang lain sudah terinfeksi atau tidak, bahkan kita tak tahu kita sudah tertular atau tidak

Allah sampaikan, peringatan itu di depan, didengar dan dipikirkan. Bila nanti sudah kenyataan dan terlihat dengan mata, semuanya sudah terlambat oleh penyesalan

Manfaatkan 14-hari untuk tetap dirumah, usahakan hindari kerumunan dan kumpulan. Iman pasti membuahkan amal salih, dan fatwanya sudah menjadi panduan

#14hari#tetapdirumah#socialdistancing#isolasi#covid19#iman#amalsalih

(Visited 23 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account