Tergagap Congorna

Oleh : Nasrudin Joha

Hihihi, majalah Tempo memang usil. Di edisi terbaru, tempo menerbitkan majalah dengan judul “Tergagap Corona”.

Di cover majalah, ada gambar dua pria yang cukup dikenal sejagat NKRI. Dua pria ini digambarkan secara karikatur, namun wajahnya yang samar dapat dikenali. Publik pasti akan teringat Jokowi dan Terawan Agus Putranto, ketika melihat gambar cover Tempo.

Didalam gambar cover, dua pria itu menggunankan satu masker. Nampak, dua wajah yang tertarik masker berdesakan, karena masker idealnya satu untuk satu. Bukan satu untuk dua.

Entah apa kritik tempo terkait masalah Corona. Sepertinya, tempo hendak menyoroti kebijakan ‘gagap’ pemerintahan Jokowi dalam mengantisipasi dan menanggulangi virus Corona.

Namun, kalau diperhatikan statement pejabat khususnya Menkes Terawan Agus Putranto dabn presiden Jokowi, mereka berdua ini nampak gagap dalam memberikan pernyataan kepada publik terkait wabah Corona.

Jokowi sendiri, pernah menyatakan akan berdiri bersama China untuk melawan virus Corona. Sebagai negara sahabat [mengutip pernyataan Jendral (Kcg) Prabowo], Jokowi akan siap membantu China.

Padahal, seluruh negara justru sedang menerapkan kebijakan proteksi untuk melindungi warganya agar tidak tertular Corona. Semua akses dari dan ke China, baik laut, udara, darat, juga akses dari dan ke negara yang telah terpapar Corona, ditutup. Indonesia, malah membuka pintu lebar bagi China, Luhut Panjaitan malah meminta TKA China segera kembali, karena dianggap Corona telah mereda. Dibenak Luhut uang ada hanya investasi dan investasi, masalah kesehatan rakyat bodo amat.

Baca juga:  Sejatinya, aku sudah dimangsa, saat banteng putih dimangsa

Mengenai hal ini, di barat terbit gambar komik yang meledek Indonesia. Semua tutup pintu rumah, Indonesia malah Welcome China.

Jokowi dan jajarannya berulangkali menegaskan Indonesia zero Corona. Meskipun rakyat tak percaya, Jokowi tak peduli.

Tapi begitu WHO, Australia, Amerika, Arab Saudi dan dunia internasional meragukan klaim zero Corona Jokowi, buru buru Jokowi mengumumkan dua WNI terkena virus Corona. Menurut penelusuran, sebenarnya kasus ini sudah agak lama.

Sebelum pengumumaan Jokowi Indonesia kena Corona, Mahfud MD bahkan menganggap virus Corona di Indonesia hoax. Mahfud minta jangan percaya sosmed.

Bahkan, kementerian bayangan bidang kenyinyiran melalui Deni Siregar, menyebut yang menyebarkan isu Corona adalah binatang. Saat pariwisata terpukul akibat isu Corona, tega sekali orang yang menyebar isu Corona, begitu tulisnya.

Baca juga:  Ngimpi

Bagaimana statement Menkes kita ? Lebih kacau, statement nya tidak seperti pejabat Menkes, tetapi lebih mirip dukun beranak.

Menkes, awalnya bilang Corona tidak lebih berbahaya dari difteri. Terawan menyatakan tidak takut dengan ancaman Corona.

Menkes juga bilang, yang sehat tidak perlu pake masker. Tapi begitu heboh Corona pasca pengumuman Jokowi, Terawan ikut latah pake masker. Apakah terawan terjangkit Corona sehingga pakai masker ? Bukankah menurut Terawan yang sakit tidak butuh masker ? Atau Terawan sedang menderita sakit yang lain ?

Dikomplain harga masker mahal, Menkes malah menyalahkan rakyat kenapa beli. Benar-benar pernyataan yang menggelikan.

Presiden dan Menkes benar-benar tergagap CONGORNA. Sebagai pejabat publik, kedua pejabat ini tak mampu menata statement sehingga bisa menentramkan hati rakyat.

Baik Jokowi maupun Terawan, keduanya terlihat gagap dalam memberikan pernyataan terkait Corona. Jadi, Sebagai usulan semestinya majalah Tempo memberi judul “TERGAGAP CONGORNA” bukan “TERGAGAP CORONA“. [].

(Visited 81 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account