Cuih!

Cuih!

Oleh : Tere Liye

Jika kalian suka posting soal anti korupsi di media sosial, apalagi sampai demo2 anti korupsi, maka catat baik2:

  1. Pemberantasan korupsi itu tidak ada urusannya dengan politik. Sorry, netizen hari ini, kebanyakan ngoceh soal korupsi simpel untuk nyerang kelompok yang tidak dia sukai. Pas foto Hambalang mangkrak di posting, dia bersorak horeee. Pas foto busway mangkrak, dia ngamuk maki2. Pun sebaliknya, pas korupsi BLBI dibahas, dia bersorak horeee. Pas masalah korupsi daging sapi, dia ngamuk. Bahkan pas bahas ngaconya bikin anggaran lem aibon, dia marah2 membela junjungannya.
  2. Pemberantasan korupsi itu tanpa pandang bulu. Mau banyak kek, mau sedikit kek, korupsi ya korupsi. Maling. Enak saja elu kalau ternyata itu kelompok elu, eh diam2 bae, no comment. Dan catat, korupsi itu harus dicegah dari dini. Bahkan saat sesuatu itu baru menunjukkan gejala korup, cegah. Tidak ada ampun. Bikin sistem yg bisa mencegahnya. Saat semua orang ramai2 memviralkan, itu pencegahan. Bukan dimaklumi.
  3. Jika kalian komit anti korupsi, maka pastikan dukung dong orang2 yg mau memberantas korupsi. Karena pekok bin hipokrit saja, bilang saya anti korupsi, saya benci korupsi, eh, ada kasus penyidik KPK disiram air keras, elu malah maki penyidiknya. Bahkan saat ada seseorang yang kita benci sekali, tapi dia memang terbukti selama ini memberantas korupsi, wajib didukung. Fokus ke pemberantasan korupsinya, bukan ke orangnya. Kalau elu fokus ke orang, positif elu cuma netizen alay yang sok anti korupsi, padahal sejatinya pendukung nepotisme, dinasti, dll. Inilah buzzer munafikun.
  4. Jika kalian memang benar2 anti korupsi, maka mulailah secara praktik memang anti korupsi. Jangan maling, jangan nipu, jangan mark up, termasuk korupsi waktu, juga jangan. Juga kurangi mencuri hak orang lain. Nonton film2 ilegal, baca ebook ilegal. Pakai software ilegal. Dan semua mencuri lainnya. Jika belum bisa mengurangi sampai nol, mbok ya jangan malah asyik diposting lagi nonton film di website bajakan.
  5. Anti korupsi itu bukan cuma ngoceh, sy anti, benci korupsi. Tapi kongkrit. Jika di kantor kalian ada yang korup, laporkan. Jika ada di sekitar kalian, sekolah, desa, ada yang korup, laporkan. Ambil inisiatif melapor. Bukan cuma diam. Apalagi malah ikut kecipratan uangnya. Bukan anti korupsi namanya, ada anggota DPR yg tahu ada kejahatan, korupsi eKTP trilyunan misalnya, eh dia cuma diam. Itu sih pengecut. Cari aman. Oportunis sejati. Kalian sih gampang ketipu sama model begini, malah dipuji2 orangnya.
Baca juga:  Makemak Milenial, I'm gonna rock you ......

Negeri ini tidak akan pernah bersih dari koruptor jika netizen hanya sibuk anti korupsi saat bahas2 kelompok lain. Negeri ini baru bersih dari koruptor, saat netizen bahkan berani menyeret anaknya sendiri yg korup ke penjara. Bukan malah menyeret anaknya sendiri utk berlomba2 jadi pejabat, anggota dewan, dsbgnya. Diwariskan korupnya. Sudah banyak contohnya, bapak-ibu-anaknya masuk penjara. Keluarga koruptor. Itu yang ketahuan, entah apa kabar yg masih aman2 saja, masih berlagak dia. Cuih!

(Visited 20 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account