Pembangunan itu bukan sekedar bangun, bangun dan bangun

Pembangunan itu bukan sekedar bangun, bangun dan bangun

Pembangunan itu bukan sekedar bangun, bangun dan bangun

Foto ini diambil dari Kompas (Zakarias Demon Daton).
Foto Stadion Palaran. Samarinda Kalimantan Timur.

Oleh : Tery Liye

Berapa dulu biaya bangunnya? 800 milyar. Tenang, buat kalian yang sensitif, stadion ini dibangun pemerintahan masa lalu–tdk sedang ngomongin idola kalian, siapapun idola kalian. Dipakai buat PON 2008, sekarang rusak.

Ketahuilah, pembangunan itu bukan sekadar bangun, bangun dan bangun. Tapi juga soal bermanfaat atau tidak. Bisa dikelola/dirawat atau tidak. Ini mah hajar duluan, bangun, nanti mau dibagaimanakan urusan belakangan. Yang penting proyek jalan.

Bahkan saat proyek itu 100% tidak ada korupsinya; jika ternyata tidak bermanfaat; sama saja buang2 duit. Malah ngerepotin, biaya merawatnya mahal, dsbgnya, dsbgnya.

Baca juga:  Ini rahasia untuk mengalahkan Prabowo di Pilpres 2019

Nah, kita punya masalah serius dengan dana desa sekarang. Trilyunan uang digelontorkan untuk dana desa. Entah berapa persen yang efektif. Ribuan kilometer jalan desa yang dibangun, entah berapa yang tahan setahun. Belum lagi proyek2 desa lainnya. Dana BOS, juga trilyunan, contoh berikutnya. Belum lagi pembangunan seperti bandara, itu bandara baru kok malah bikin susah hidup orang lain. Dll, dll.

Itulah kenapa kita butuh lembaga pemberantasan korupsi yang kuat. Karena kita sedang semangat membangun. Ratusan trilyun duit hutang+pajak digelontorkan. Siapa yang akan mengawasinya? Berserakan gedung2 rusak mulai dari kantor desa, terminal, stadion, jalan berlubang, bus rusak, kapal rusak, dsbgnya, dsbgnya di negeri ini. Itu semua dibeli pakai duit pajak rakyat+hutang.

(Visited 35 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account