PEDIH! Beberapa Hari Belakangan ini, Jokowi Dipermalukan Pendukungnya Sendiri

PEDIH! Beberapa Hari Belakangan ini, Jokowi Dipermalukan Pendukungnya Sendiri

PEDIH! Beberapa Hari Belakangan ini, Jokowi Dipermalukan Pendukungnya Sendiri

Siapa sangka, umpatan-umpatan pendukung Jokowi kepada Prabowo maupun Tokoh-tokoh yang dianggap mendukung Prabowo jadi buah pahit yang terus menggerus elektabilitas Petahana.

Jokowi dan pendukungnya tampak seperti kehilangan akal, kalut bak pasukan yang terdesak dalam sebuah pertempuran. Meski bukan dalam sebuah “Perang Total”, mereka meringsek berikan serangan tanpa henti dan membabi buta.

Tembakan diletuskan kesegala arah, tak peduli siapa yang harus “mati”, meski kawan sendiri.

Jokowi dan “pasukannya” tampak sudah mulai lemah. Meski bertambah secara kuantitas, namun tak segagah pasukan JASMEV 2014 yang dulu berhasil menghemat mesiu, namun setidaknya berhasil membuat lawan kocar kacir. Panglima-panglima yang sekarang menikmati kursi empuk seakan belum turun ke gelanggang atau mungkin sudah terlalu lemah untuk ikut “berperang”.

Pasukan, hanya mampu menjadi bahan ejekan. Peluru hanya mampu membuat geli. Bahkan bumbu fitnah dan bully nya sama sekali tak mampu memancing emosi lawan. Hanya membuatnya terlihat lucu dan menjadi hiburan dikala senggang.

Tercatat, tiga serangan masif yang dilancarkan beberapa hari ini. Pertama, soal 11.000 Trilyun uang negara yang ada diluar negeri. Kedua, soal Said Didu dan Rocky Gerung yang menggunakan Ambulan untuk mengecoh masa yang menghadangnya. Dan Ketiga, soal kartu Pra Pekerja.

Soal serangan terhadap ucapan Prabowo 11.00 Trilyun uang diluar negeri yang sempat digoreng ternyata pernah diucapkan oleh Jokowi sendiri. Bahkan Jokowi mengklaim ia punya daftarnya dan disakunya bisa lebih banyak lagi daftar. TELAK! Video itu langsung membantahkan gorengan-gorengan pendukung Jokowi yang hendak menyerang Prabowo dan tak ayal Video itu menampar langsung ke muka Jokowi.

Baca juga:  MENANGGAPI "ANALISIS CERDAS ROCKY GERUNG DI ILC 13/02/18"

Begitu pula soal penggunaan Ambulan oleh Rocky Gerung dan Said Didu yang bullyannya sangat luar biasa. Bahkan beberapa pendukung sempat membuat twit khusus berseri (kultwit) tentang hal itu. Contohnya Budiman Sudjatmiko yang dalam salah satu twitnya mengatakan; “Mayat lebih pantas pakai ambulans dari pada (mantan) pejabat. Apalagi penjahat…

Seakan lupa peristiwa yang sebenarnya tidak terlalu lama, yaitu pernikahan putri Jokowi, Kahiyang dan Bobby dimana belasan ambulan dipergunakan oleh ratusan pendukung Jokowi untuk menghadiri pernikahan tersebut dan Budiman tidak pernah dalam catatan mengkritik soal hal ini. Kali ini pukulan kedua buat Jokowi dari pendukungnya sendiri.

 

Soal kartu pra Pekerja, kali ini menjadi sebaliknya. Jokowi menampar pendukung dan buzzernya sendiri yang sudah mati-matian pasang badan untuk membela dirinya. Setelah banyak dikritik soal programnya tersebut dan kericuhan terjadi di Sosial Media dengan bermacam dalil dan argumentasinya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hendrawan Supratikno malah berkelit dengan mengatakan “Bukan gaji melainkan kompensasi untuk mengikuti pelatihan yang ketat dan bermutu, terutama di BLK-BLK yang ada, baik yang dimiliki pemerintah maupun pelaku dunia usaha,”.

Belum lagi jika kita melihat kebelakang bagaimana mereka menggoreng isu lahan yang dimiliki Prabowo yang ternyata juga dimiliki pendukung-pendukung disekitar Jokowi. Soal kebakaran yang ternyata menjadi-jadi dan soal jalan tol yang dibanggakan malah menjadi lautan. Melihat lemahnya koordinasi antara pasukan darat, Timses dan Buzzer-buzzer di Sosial Media dapat disimpulkan bahwa “Perang Total” itu hanya perkataan lucu-lucuan saja. Mungkin biar terkesan agak gagah. Mungkin…

Baca juga:  Aboe Bakar Al Habsy: "Saya Percaya Sampai Saat ini; Prabowo Bukan Penghianat. Titik!"

 

(DU/Jerami)

(Visited 916 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account