Media mainstream sudah ancang-ancang balik badan?

Media mainstream sudah ancang-ancang balik badan?

(Iramawati Oemar)
•••••••

Sudah hampir sebulan ini beberapa media massa mulai menunjukkan tanda-tanda “anomali” terhadap capres petahana.
Awalnya dimulai dari beberapa media online mainstream yang biasanya bisa dikatakan “tiada hari tanpa berita puja dan puji”, mendadak belakangan ini mulai kerap menyuguhkan judul-judul yang kritis dan pedas. Padahal biasanya isi beritanya selalu “menjilat” penguasa selama hampir 5 tahun terakhir ini.

Soal judul yang kritis mungkin tidak terlalu menarik perhatian. Tapi yang mencengangkan adalah saat debat capres kedua pada Minggu malam, 17 Februari lalu.
Debat masih berlangsung di hotel Sultan, namun media mainstream sudah menurunkan bantahan terhadap data-data yang disampaikan petana, sang capres 01. Lewat akun media sosial resmi dari media-media mainstream tersebut, disajikan FAKTA dan DATA. Bahkan sudah dikemas dalam bentuk gambar info grafis.

Inilah menariknya : sanggahan kepada capres 01 justru dilakukan oleh media massa yang biasanya jadi corong sekaligus pembenar penguasa.
“LAWAN” sesungguhnya dari Jokowi bukanlah Prabowo dan para pendukungnya, melainkan media massa arus utama yang sebagian mulai berbalik badan menjadi pihak yang menelanjangi kebohongan data yang disampaikan saat debat capres.

Tidak berhenti sampai disitu saja, kini kabar berita kegiatan kampanye Prabowo dan Sandiaga sudah mulai banyak ditayangkan, cukup berimbang. Termasuk acara-acara yang membludak dihadiri massa.

Tadi malam, Kamis, 28 Februari 2019, jam 21.00 iNews TV, salah satu stasiun TV jaringan MNC News, milik Harry Tanoe, yang salah satu pimrednya adalah Arya Sinulingga, anggota TKN Jokowi – Maruf yang selalu menyebut dirinya Direktur Medsos, menayangkan siaran wawancara eksklusif dengan Prabowo Subianto, Capres 02.
Wawancara berdurasi 1 jam itu dilakukan di ruang kerja Prabowo di Hambalang, dikemas dalam bentuk bincang-bincang yang very friendly. News presenter yang diutus adalah mantan new presenter TV One.
Entah apakah ada alasan khusus dibalik penunjukan Lady ini menjadi pewawancara Prabowo, kenapa bukan news anchor asli MNC grup.
Yang jelas, wawancara itu mengalir lancar dan bersahabat.

Baca juga:  Yang Keliru Itu Anda, Menyangka TGB Bukan Aktor Politik

Ketika TKN capres 01 menolak mati-matian bahwa Jokowi menyerang secara pribadi Prabowo pada debat kedua dengan menyebut lahan “milik” Prabowo, wawancara eksklusif semalam justru mengangkat masalah itu dan justru menanyakan langsung kepada Prabowo perihal serangan lawannya itu.

Wawancara khusus itupun banyak menyorot sisi-sisi humanis kehidupan Prabowo Subianto. Bahkan sejak awal dibuka dengan pertanyaan yang mengkonfirmasi tentang kedekatan Prabowo dengan So Hok Gie, tentang masa remaja Prabowo yang sudah aktif membuat LSM yang peduli akan nasib rakyat.
Juga mengeksplorasi prestasi-prestasi Prabowo sejak masih sekolah.
Begitu pula menyoroti kampanye Prabowo ke berbagai daerah yang selalu ramai bahkan sering ada kejadian menyentuh hati, seperti ketika seorang bocah 8 tahun memberikan celengan dan sepucuk “surat cinta” kepada Prabowo.

Intinya, wawancara semalam menunjukkan bahwa iNews TV, salah satu saluran TV berita dari MNC Grup, sudah kembali menunjukkan “aura bersahabat” kepada Prabowo Subianto.
Memberi ruang untuk menyampaikan kepada publik pemirsa mengenai sosok humanis seorang Prabowo dan rekam jejak prestasinya.

*******

Semalam sebelumnya, Rabu malam di Trans7 ada Sandiaga Uno tampil sebagai tamu di acara Mata Najwa. Sudah tak diragukan lagi, Najwa Shihab pasti akan mencecar dan memojokkan nara sumber yang tidak sejalan dengannya. Kalau perlu, potong terus pembicaraannya, desakkan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak.
Tapi…, seperti halnya ketika mewawancarai Anies Baswedan, kali ini pun Najwa GAGAL TOTAL menjatuhkan mental Sandi. Sandiaga Salahuddin Uno tetap tampil cool, calm, full senyum dan tetap tangkas menjawab semua pertanyaan. Tidak sekalipun dia terpojok.

Acara Mata Najwa bukanlah acara live seperti ILC. Acara itu rekaman, itu sebabnya ada potongan dari segmen acara Mata Najwa yang dipakai sebagai iklan, 1-2 hari sebelum acaranya tayang.
Khusus untuk episode yang menampilkan Sandiaga Uno, iklannya berbeda. Bukan potongan atau cuplikan wawancara Najwa yang dijadikan iklan, melainkan Sandiaga sendiri yang menyapa pemirsa dan meminta pemirsa menonton acara itu. Ini baru terjadi kali ini. Bahkan dalam episode yang menghadirkan Ahok sekalipun, iklannya tetaplah potongan/cuplikan wawancara, bukan sang tamu Mata Najwa yang dijadikan bintang iklan. Kenapa iklan untuk episode Sandi berbeda?!

Baca juga:  People power bukan makar

Semestinya, Najwa Sihab sendiri menyadari bahwa Sandi tampil prima dalam acara itu. Sandi di atas angin, Sandi unggul, Sandi sama sekali tidak terpojok, Sandi tidak tampak sebagai pecundang menghadapi kegarangan Najwa mencecar tanya.
Itu sebabnya Mata Najwa mengendorse Sandi untuk jadi bintang iklan di episode tersebut. Kalau saja Sandi tampil tidak maksimal, Sandi tampak “kalah”, sudah pasti dia tak akan mau mengiklankan acara itu. Mana mungkin Sandi mengajak pemirsa menonton acara yang menghakimi dan memojokkan dirinya, bukan?!

Tapi tidak!! Justru karena Sandi tampil cemerlang, justru karena dia bisa mengalahkan Najwa sang tuan rumah, justru karena Sandi bisa lolos dari serangkaian jebakan pertanyaan Najwa, maka dia percaya diri sepenuhnya mengajak pemirsa menonton acara itu.
Dalam akun FB nya, Sandi bahkan berterimakasih karena merasa acara itu memberinya kesempatan untuk menyampaikan visi, misi dan program kerjanya.
Salut buat Bang Sandi, menang di kandang lawan, tak keok meski tuan rumahnya garang!

Yah begitulah media massa mainstream di penghujung masa kampanye Pilpres yang panjang dan melelahkan ini.
Mereka sudah menunjukkan keberpihakannya selama hampir 5 tahun.
Mereka sudah memojokkan Prabowo dan semua hal yang dianggap berada disisinya. Mereka mem-framing berita sedemikian rupa untuk memojokkan Prabowo dan partai-partai koalisinya.
Namun ironisnya, di sisa waktu kurang dari 2 bulan ini, malah terkesan mereka berbalik menelanjangi petahana dengan segenap kekacauan data dan blunder-blundernya.
Ada apa gerangan?!

Apakah mereka sudah bisa memprediksi akhir dari kompetisi panas ini?!
Lalu bersiap-siap lompat ke sekoci jika kapal yang ditumpangi karam?!

Allahu ‘a’lam…

(Visited 141 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account