Surat Ahmad Dhani kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu: “Apakah Saya Korban PERANG TOTAL?”

Surat Ahmad Dhani kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu: “Apakah Saya Korban PERANG TOTAL?”

Surat Ahmad Dhani kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu: “Apakah Saya Korban PERANG TOTAL?”

Surat Ahmad Dhani yang saat ini sedang ditahan karena dianggap melakukan ujaran kebencian kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu ini viral di Sosial Media. Dhani dalam surat yang diberi judul, “Surat Kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu” itu mengeluhkan karena dirinya dianggap “Anti Cina” dan “Anti Kristen”.

Padahal, Dhani melanjutkan bahwa disekitarnya sendiri banyak dikelilinggi oleh Non Muslim dan Tionghoa. Baik saudara-saudaranya maupun rekan-rekan bisnisnya.

Dhani juga menyatakan bahwa “Darah NKRI” telah tertanam dalam dirinya. Pada kesempatan itu ia menceriterakan bagaimana ia dan Band Dewa keliling Aceh dengan meneriakkan “NKRI harga Mati!” dan menyanyikan “INDONESIA Pusaka”. Dalam ancaman moncong senjata para separatis yang sewaktu-waktu bisa mengancam dirinya.

Keanehan penetapan pengadilan atas dirinya, Ahmad Dhani mempertanyakan apakah ini “Perang Total” yang dimaksud oleh Jenderal MOELDOKO. Karena dari dalam penjara, ia merasakan tekanan yang luar biasa.

Berikut Surat Ahmad Dhani kepada Jendral Ryamizard Ryacudu:

 

Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu

Siap Jenderal, lapor…
Saya divonis Hakim PN sebagai pengujar kebencian berdasarkan sara. Saya divonis ‘anti China’. Saya divonis ‘anti Kristen’

Kakanda Jenderal pasti tidak percaya bahwa saya anti China dan anti Kristen. Apalagi saudara saya yang nasrani dan partner bisnis saya yang kebanyakan Tionghoa. Tapi kenyataannya saya divonis begitu.

Kakanda Jenderal adalah saksi hidup bagaimana darah NKRI saya bergelora. Saat Kakanda adalah Kepala Staff AD, pada tahun 2003 Kakanda perintahkan Band Dewa 19 untuk memberi semangat warga Aceh untuk tetap setia kepada NKRI.

Di atas tank, kami konvoi keliling Kota Aceh. Bisa saja GAM menembaki saat itu. Tapi kami tetap teriakan NKRI harga mati. Kalau sekadar ngomong ‘saya Indonesia saya pancasila’, itu tidak sulit Jenderal.

Tapi kami nyanyikan Indonesia Pusaka di daerah operasi militer Aceh. Saat itu banyak kaum ‘separatis’ yang siap mendekat dan menembaki kami kapan saja…

Tapi sekarang situasinya Aneh Jenderal. Tapi sekarang situasinya aneh Jenderal. Setelah saya mengajukan upaya banding, saya malah ditahan 30 hari oleh Pengadilan Tinggi. Di hari yang sama keluar penetapan baru dari Pengadilan Tinggi yang akhirnya saya ‘ditahan’ karena menjalani sidang atas perkara yang seharusnya tidak ditahan (karena ancaman hukumannya di bawah 4 tahun).

Jadi salah paham Jenderal. Saya tidak sedang bercerita soal ‘keadaan saya’. Tapi saya sedang melaporkan ‘situasi politik’ negara kita.

Apakah saya ‘korban perang total’ seperti yang dikabarkan Jenderal Moeldopo? Mudah-mudahan bukan. Tapi di penjara, saya merasakan ‘tertekan’ yang luar biasa. Demikianlah Kakanda Jenderal, saya melaporkan dari sel penjara politik.

 

Ahmad Dhani

 

Kangen sop buntut buatan Nyonya Ryamizard Ryacudu

Rutan Medaeng, 26 Februari 2019

(Visited 197 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account