Menelanjangi Jokowi di Panggung KPU

MENELANJANGI JOKOWI DI PANGGUNG KPU
_
Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani

Rasanya ada yang hambar diri ini jika sehari saja tidak menuangkan segala isi hati dan pikiran. Itu sebabnya, sekalipun disibukan dengan berbagai aktifitas keseharian saya coba untuk selalu membuat catatan-catatan, yang insyaallah ‘renyah’ untuk dibaca dan direnungkan.

Tentunya, saya tidak memaksa kepada semua orang untuk menyukai isi kepala saya, yang saya harap dari tulisan ini adalah hanya untuk dipikirkan bagi semua orang.

Malam ini adalah pertamakali diadakannya Debat antara Capres dan Cawapres Tahun 2019, Jokowi-Ma’ruf melawan Prabowo-Sandi. Hampir semua media televisi menyiarkannya. Jelas, ini terkait dengan banyaknya animo dari masyarakat yang begitu perhatian dengan masalah politik nasional kali ini.

Bagi saya, malam ini adalah malam yang sangat memalukan bagi Jokowi. Pasalnya, sebagian besar pertanyaan yang disampaikan oleh moderator adalah terkait dengan segala macam permasalahan bangsa, termasuk di dalamnya adalah masalah ekonomi, hukum dan HAM. Saya menyaksikan di sana Jokowi seperti sedang berdiri di panggung pesakitan.

Masalah kesenjangan ekonomi, hukum dan HAM diungkit-ungkit oleh moderator. Semua disampaikan problematikanya dan moderator pun mempertanyakan solusinya. Inilah hal yang sangat menyesakkan bagi calon petahana. Dia seperti ditelanjangi di hadapan banyak orang. Secara tidak langsung moderator mempermasalahkan kinerja Jokowi yang buruk terkait semuanya itu, empat tahun ke belakang.

Baca juga:  Dengan Dukungan PKB dan Gerindra, Lukman Edy dan Hardiyanto Mendaftar ke KPU Riau Malam ini

Ketika Jokowi menyampaikan janji-janjinya (solusi) ke depan, bahwa tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, langsung saja Prabowo-Sandi menghantamnya dengan sebuah pertanyaan; terus empat tahun Pak Jokowi menjadi Presiden itu kerjanya apa saja? Terang saja ini membuat calon petahana itu kebingungan. Terlihat sekali dari cara menjawabnya yang ‘kikuk’.

Fakta ketidakadilan hukum dan kesenjangan ekonomi yang disampaikan oleh Prabowo-Sandi cukup membuat emosi Jokowi naik. Dengan intonasi sedikit tinggi, ia menganggap bahwa apa yang disampaikan oleh Prabowo adalah hanya sebatas tuduhan. Dan kemudian dengan tenang ditanggapi oleh Sandi, bahwa itu bukanlah tuduhan, melainkan fakta yang banyak ditemukannya di lapangan.

Mengenai ketidakadilan hukum yang disampaikan oleh Prabowo pun ditanggapi dengan nada tinggi oleh Jokowi. Ketika Prabowo menyampaikan sedikit fakta, bahwa kenapa jika ada pejabat yang kampanye mendukung Prabowo dikriminalkan, sementara jika mendukung Jokowi malah dibiarkan?

Dengan intonasi yang terlihat geram, Jokowi menyuruh kepada Prabowo untuk melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Padahal, sudah banyak yang mengadukannya, tetapi tetap saja tidak digubris oleh aparat di sana. Itulah sebenarnya yang membuat rakyat marah.

Ketika ada anak muda pribumi yang menghina Jokowi, Polisi langsung menangkapnya, sementara ketika pelaku penghinaan itu adalah anak muda China, Polisi malah menganggapnya candaan biasa. Ketika ujaran kebencian dinyatakan oleh lawan politiknya, Polisi langsung menciduknya, sementara ketika yang menyatakan itu dari kelompok pendukungnya, Polisi malah membiarkannya.

Baca juga:  Blunder 200 Daftar Mubaligh Berbuntut Panjang, Pengacara ini Cecar Menteri Lukman Hakim Landasan Hukum yang Digunakan Kemenag

Bagi saya, apa yang disampaikan Jokowi malam ini semuanya adalah omong kosong belaka. Karena, 2014 yang lalu pun dia sudah banyak berjanji, tetapi nyatanya semua diingkari. Dan manusia yang bernurani, dia tidak akan mau untuk ditipu yang kedua kali.

(Visited 324 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account