Kalau menyerang, pakailah ilmu yang lebih dalam. Selamat mencoba.

Kalau menyerang, pakailah ilmu yang lebih dalam. Selamat mencoba.

Kultwit @Fahri Hamzah

Sudah mau masuk 2019, saya mengamati sebagai Tim Sukses Prabowo-Hatta di Pilpres 2014, serangan kubu kepada @prabowo belum ada yang telak. Semua masih pakai peluru lama. Dugaan saya karena memang susah mencari kelemahan beliau. #UjianPrabowo

Penyerang tak saja memakai peluru lama, tetapi juga memakai senjata dan penembak lama. Orang2 yang menembak Prabowo dari samping ini gak kunjung nambah. Dia2 lagi. Serangan semuanya seputar gaya dan cara. Kesimpulan; mereka melihat @prabowo tidak bisa diatur. #UjianPrabowo

Memang, kalau anda pengecut, susah ketemu karakter kayak Prabowo yang suka tos-tosan. Orang itu terlalu rasional dan cerdas. Saya sering melihat @prabowo sama seperti pak Habibie. Orang rasional yang biasanya tidak punya masalah dengan kelompok politik Islam. #UjianPrabowo

Saya baru melihat kelompok ini di ujung orde baru. Memang Perlu umur yg cukup membaca mereka. Saya melihat sikap mereka ke pak Habibie gak bisa lupa. Sampai seluruh dunia meminta pak Habibie gak maju lagi. Padahal apa salah beliau. Sekarang terbukti. #UjianPrabowo

Tanpa Habibie, transisi kita gak akan seperti ini. Beliau dalam waktu yang sangat pendek (1 tahun 7 bulan) di tengah desakan mundur oleh kelompok ini, BJH melakukan penyelamatan ekonomi dan penyelenggaraan pemilu yg paling JURDIL yg akui dunia. #UjianPrabowo

Tapi, beliau memang seperti aneh;, terlalu rasional, blak-blakan, Dan seolah emosional. Gaya dan cara inilah yang dikembangkan seolah beliau orang bahaya. Habibie tidak saja digambarkan sebagai penerus Suharto tetapi juga dianggap akan memperpanjang umur orde baru. #UjianPrabowo

Sama dengan cara melihat Habibie, kelompok ini tidak kuat melihat gaya dan cara Prabowo. Apalagi karena @prabowo itu seorang mantan tentara. Maka, pidatonya diolok2 sebagai pidato seorang tiran yang akan membelenggu Indonesia dan menghilangkan kebebasan. #UjianPrabowo

Itulah @prabowo yang saya kenal sejak kuliah. Tentara yang berlatar keluarga intelektual. Lahir sebagai anak orang yg sejak awal memikirkan bangsa dan negara. Sejak kuliah ia sudah menjadi perhatian aktivis mahasiswa. Karena ini tentara berpikir luas. #UjianPrabowo

Jangan kita bandingkan @prabowo dengan para jenderal di sekitar Suharto sebab ia berbeda. Orang mungkin tidak percaya bahwa orang ini merdeka sejak awal. Sebagai jenderal tentu harus merdeka. Dan ia membaca situasi secara mendalam. Ia punya masukan yg berbeda. #UjianPrabowo

Baca juga:  Takut pada "HANTU" yang dibangun sendiri

Ia tidak bisa menjilat, dan itulah dosa @prabowo karena kelakuannya yg terlampau merdeka. Maka, justru ketika orde baru berakhir, dia mengambil semua resiko dari perbedaan yang ada. Saya melihat dari dekat bagaimana ia diadu domba dengan BJH presiden ketika itu. #UjianPrabowo

Demikianlah akhir 2 sahabat yg punya karakter dekat. Mereka terlalu rasional dan membaca tabiat para elit kita yang penjilat. Bagi yg gak punya karakter tentu yg gampang dijilat yg didukung. Yg bisa diseret ke kiri ke kanan atas bawah. Yg kosong. #UjianPrabowo

Masalah @prabowo adalah kalau dia memimpin orang pintar dan orang berprestasi dapat tempat. Tapi yg bisanya hanya basa basi dan menjilat akan sulit dapat posisi. Lobi2 gelap tak dapat porsi sebab dia tidak gampang diyakinkan kalau tidak benar. #UjianPrabowo

Para penyerang @prabowo sekarang frustrasi berat sebab yang dipilih jadi wakil adalah @sandiuno, anak muda yang berbakat. Biasanya mereka menyerang pakai agama, keduanya bukan ustaz atau kyai. Tapi keduanya tidak bisa diadu dengan masyarakat. Terutama umat Islam. #UjianPrabowo

Tadinya, mereka berharap @prabowo akan memilih seseorang yang dapat mereka tuduh radikal dan fundamentalis Islam biar lengkap. Jadilah sebuah paket “kaum radikal yang akan mendirikan negara Islam yang mengancam masa depan NKRI”. Itu rencana tuduhan ya. #UjianPrabowo

Sekarang, mereka masih saja ingin menggambarkan bahwa kalau @prabowo berkuasa. Seolah konstitusi kita akan berubah, seolah nanti yg memimpin negara ini hanya satu orang saja. Seolah negara akan kembali dalam zaman purbakala. Mereka menjual ketakutan. #UjianPrabowo

Kepada mereka perlu diberitahu bahwa @prabowo telah mengambil jalan demokrasi. Apapun kata mereka Prabowo berkuasa melalui jalur konstitusi. Beliau mendirikan partai politik @Gerindra sebagai jalan satu2nya yang sah. Malah kelompok ini biasanya anti parpol. #UjianPrabowo

Sejak awal @prabowo sadar bahwa partai politik adalah masa depan negeri ini sehingga di sanalah beliau berjuang hingga partai yg didirikan menjadi partai terbesar nomor 3 di negeri ini yg dalam survei sekarang menuju nomor 2 atau 1. Itu tidak gampang. #UjianPrabowo

Baca juga:  Mien Uno : "Jaga Adikmu, Nak"

Menghembuskan keraguan seolah @prabowo akan menarik sejarah ke belakang hanya oleh orang yang sedang menariknya ke belakang. Intelektual seperti beliau sanggup memahami ide2 rumit dalam demokrasi. Pemimpin bodoh memang kesulitan. #UjianPrabowo

Itulah yg sekarang secara kontradiktif dipamerkan. Di satu sisi, mereka menyerang keislaman @prabowo tetapi di sisi lain mereka marah dengan kedekatan kelompok Islam dengan Prabowo. Kenapa bukan mereka yang dekat? Kenapa kimia Prabowo yg dapat? #UjianPrabowo

Itulah soal sederhana, sejak orde baru tidak ada yang berubah dari @prabowo . Satu pertanyaan yang sering ditanya kepada saya adalah, “apa ada yg beda yang saya perjuangkan sejak kamu mahasiswa Fahri?” Memang tidak ada. Karena Prabowo ingin fair saja. #UjianPrabowo

Sejak orba @prabowo melihat kenapa ada kelompok yang mau menjauhkan presiden Suharto dari kelompok Islam? Lalu ketika pak Harto memilih pak Habibie sebagai wakil dimulailah pergolakan. Itulah sejarah yg hanya sedikit orang yang tahu. #UjianPrabowo

Itulah posisi @prabowo sejak awal. Dia tidak lahir dari keluarga santri tetapi anda tidak harus menjadi ustad atau kyai untuk berlaku adil kepada orang Islam di negeri ini. Mungkin itu yg membuat dia pukul meja kalau ada yg mempersoalkan keislamannya. #UjianPrabowo

Itulah sebetulnya tipikal pemimpin yg kita perlukan. Dia hanya punya masalah dengan pengkhianat. Tapi dia gak anti berbeda pendapat. Saya sering memotong pembicaraan @prabowo dan berdebat keras. Kalau kita benar dia mengakui. Dia berterima kasih. #UjianPrabowo

Memang ini jadi nampak seperti bukan kultur kita? Lalu kultur siapa? Bukankah Indonesia lahir dari perdebatan keras? Bukankah presiden pertama kita orang keras kepala?. @prabowo lebih terpukau dengan Sukarno. Apa yg salah dengan gayanya? #UjianPrabowo

Inilah sekilas pribadi dan gaya @prabowo yg sekarang kembali menjadi #Capres2019 melawan orang yang sama yang telah kita beri waktu 5 tahun lamanya. Silahkan menentukan pilihan. Kalau menyerang pakailah ilmu yg lebih dalam. Selamat mencoba. 😃 #UjianPrabowo

 

(Visited 156 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account