Dari semua presiden yang pernah memimpin negara ini, pakde yg paling berbeda secara kualitas

Dari semua presiden yang pernah memimpin negara ini, pakde yg paling berbeda secara kualitas

Dari semua presiden yang pernah memimpin negara ini, pakde yg paling berbeda secara kualitas

Oleh : Dian Anggraeni Umar

Pernyataan-pernyataan Pakde itu terlihat jujur manakala tidak diskenario dan tanpa teks. Kita bisa melihat ‘keasliannya’ siapa dan bagaimana sebenarnya pakde itu.

Dari semua presiden yang pernah memimpin negara ini, pakde yg paling berbeda secara kualitas.

Presiden Soekarno seorang Insinyur
Presiden Soeharto seorang perwira TNI dengan pangkat terakhir Jenderal
Presiden Habibie gelar akademiknya Profesor, lama studi di Jerman.
Presiden Abdulrahman Wahid, lulusan Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Leiden, Belanda dan pernah studi di German dan Perancis.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, perwira TNI dengan pangkat terakhir Jenderal. Latar belakang pendidikan bergelar Doktor dari IPB, Guru Besar di Unhan, gelar MA nya dari Missouri AS.

Saat ini Indonesia dipimpin oleh presiden yang IPK nya saja dibawah 2, barangkali ini yg menjadi sebab mengapa Indonesia sampai pada titik ini.

Kualitas pemimpin itu harus tinggi syaratnya, bukan hasil polesan dan kemasan media. Apa yg diceritakan media tidak sesuai dengan realitasnya. Media andil dalam memperburuk keadaan dan situasi di Indonesia.

“Memanipulasi media, sama dengan meracuni suplai air suatu negara. Itu akan mempengaruhi seluruh kehidupan kita dalam cara yang tidak pernah kita bayangkan.”
(Lance Morcan).

Baca juga:  Kejanggalan Tragedi Mako Brimob dan Tuduhan Konspirasi Intel Polri oleh FPI

Pilpres 2019 membawa media dan dunia kewartawan di Indonesia memasuki sebuah episode terburuk sepanjang sejarah pasca Reformasi. Situasinya bahkan lebih buruk dibandingkan dengan era Orde Baru. (Harsubeno Arief)

Baru kali ini dalam sejarah kualitas seorang pemimpin yg ‘apa adanya’. Namun dia di branding dengan sangat berlebihan, visual branding pakde hampir di semua penjuru dan pelosok Indonesia, padahal brand value-nya sangat rendah bahkan nyaris tidak ada. Berkat framing pemberitaan medialah sosok pakde terkesan begitu hebat dan besar.

Ini adalah realitas semu yang diciptakan media dan para buzzer bayaran. Aslinya tidaklah sehebat itu. Ketika tampil di publik sangat bergantung pada teks, dan hanya sekedar membaca tanpa memahami substansinya.

Media juga berhasil mengubah cara berpikir sebagian publik kita, sampai logikanya bisa berubah drastis mengasosiasikan presiden yang sesuai dengan diri publik “merakyat”, sederhana dan apa adanya.

Coba bandingkan dengan kualitas presiden pendahulunya, sangat jauh berbeda bukan? Tidak bermaksud merendahkan, tetapi kita harus berpikir normal dan waras.

Baca juga:  Mengembalikan Kejayaan Indonesia (Make Indonesia Great Again)

Indonesia adalah negara besar dgn penduduk lebih dari 240 juta. Kekayaan negara begitu melimpah. Harusnya seorang pemimpin besar dengan kualitas yang sangat baik yang memimpin negara ini. Mengedepankan nilai personal dengan sejumlah kualitas.

Kita mau mencari kerja saja syarat akademiknya tinggi, masa sekelas presiden ber-IPK dibawah 2. Untuk mahasiswa yang ber IPK dibawah 2 itu tidak akan lulus menjadi sarjana.

https://www.facebook.com/dian.umar?__tn__=%2CdCH-R-R&eid=ARBRFiQZefEs6Ix2-blyjcdKtI5HGX5dyfDjBiH8AsOEA1dr8tl2gb7JmiY9FwYCS_AIknb843ZaiZ-2&hc_ref=ARTZ3IQieZZR2tr3JCayTqgceyAZ2J1-DyFLxb7wvun6qc-ep8mKX1BP2o_mcWhsTL8&fref=nf

(Visited 264 times, 5 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account