55% orang Indonesia mengalami buta huruf fungsional.

55% orang Indonesia mengalami buta huruf fungsional.

diambil dari laman dinding FB : Ahmad Muzhoffar

Dalam Minggu ini, sudah 3 pidato Prabowo yang jadi viral.
1. Mengenai baiknya permukaan air laut dan tahun 2025 air laut akan sampai di bundaran HI
2. Data bahwa 55% orang Indonesia mengalami buta huruf fungsional.
3. Banyak generasi muda yang tamat sekolah malah mengejar kerja sebagai tukang ojek.

Dari 3 pidato Prabowo tsb, semuanya mendapatkan sambutan meriah. Bagi yang ber-ilmu pasti mencari literasi untuk mencocokan kebenarannya. Bagi yang tidak ber-ilmu akan jadikan apa yang di katakan Prabowo sebagai olok2 baru.

Dan lucunya, saat mereka mengecam bahwa Prabowo melecehkan pekerjaan ojek…tanpa mereka sadari bahwa apa yang mereka ributkan dengan perkataan “MELECEHKAN” itu ternyata mereka termasuk ke dalam 55% penduduk Indonesia yang mengalami BUTA HURUF FUNGSIONAL atau bahasa kerennya FUNGSIONAL LITERATE.

Mereka baca pidato Prabowo yang di muat oleh media berita, namun mereka gak bisa menangkap apa esensi dari pidato Prabowo tsb. Mereka hanya baca judul, mereka baca isi..tapi kembali bahwa mereka gak memahami apa hubungan judul dan isinya.

Baca juga:  Lombok gempa lagi, mana Negara?

Yang mereka nilai, pekerjaan ojek sangat di lecehkan oleh Prabowo. Padahal yang di bicarakan Prabowo adalah kekhawatirannya bahwa ketersediaan tenaga kerja saat ini sangat minim. Dengan minimnya tenaga kerja, banyak para sarjana atau tamatan sekolah lebih memilih menjadi driver online. Karena itulah peluang yang ada di depan mata.

Jika saja ada pekerjaan yang lain dan membutuhkan tenaga mereka, pastinya para driver online itu akan memilih pekerjaan yang lain.

Menjadi driver online adalah sebuah pintu terakhir. Setelah berbagai pintu menutup diri untuk mereka. Dan menjadi driver online, sungguh banyak drama di dalamnya. Jika hanya bicara peduli, maka mengecam Prabowo adalah jalannya. Tapi begitu mereka menjadi driver online sebenarnya, mereka akan paham bahwa apa yang di katakan Prabowo adalah BENAR adanya.

Baca juga:  Deal yach? Kami tetap pakai istilah "emak-emak", kalian pakai istilah "ibu bangsa".

Jika hanya mampu membaca tanpa mampu mencerna, mungkin mereka Rada kesulitan untuk menjawab soal cerita di ujian anak SD. Bagusnya, para pendukung Jokowi yang memakai topeng peduli ini..mengikuti kursus KUMON agar mereka paham esensi sebuah cerita yang mereka baca

https://www.facebook.com/ahmad.muzhoffar

 

(Visited 24 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account