World Globalist Conspricacy

World Globalist Conspricacy

World Globalist Conspricacy

by Zeng Wei Jian

Filsafat politik kontemporer membagi dua grup manusia i.e. Pro Negara dan Pro Corporate.

Para tycoon macam George Soros, Rothschild, Rockefeller masuk golongan Pro Corporate. Mereka disebut “Global elites”.

Ruang gerak mereka; internasional. Lintas negara. Taipan klas II macam Samadikun Hartono saja punya passport dari 5 negara miskin Afrika.

Nationality dan citizenship bukan masalah bagi mereka. They hate nationalism. Money is their god. Ciptakan teror, and blame it on islam.

Orang-orang kaya ini merupakan active-members dari organisasi internasional seperti Federal Reserve System, Council on Foreign Relations, Trilateral Commission, Bilderberg Group, European Union, United Nations, World Bank, International Monetary Fund, Bohemian Grove, Le Cercle dan Yale University society Skull and Bones.

Mereka ciptakan ideology komunis, liberal, sekular, atheism, anti religion dan induce pornografi. Rusak moral anak-anak muda dengan drugs, alkohol dan sex bebas. Nistakan agama. Runtuhkan etika.

Baca juga:  Apa yang Kaukatakan ketika Prajuritku Merampas Ikanmu?

Supaya manusia jadi tolol sehingga “docile” (mudah dikendalikan). Control their reptile brain.

Mereka hendak menciptakan “The New World Order” atau “novus ordo seclorum”.

Mereka berkonspirasi mengendalikan pemerintahan, industri, dan media. Targetnya membangun global-hegemony. Mereka terlibat dalam semua perang besar yang pecah 200 tahun terakhir.

Saya duga global elite ini beroperasi di belakang rezim Jokowi.

George Soros Pro Hillary-Anti Trump. Obama support Jokowi-JK. Obama dan Hillary dua pemain satu kubu. Thus, ada Soros di balik rezim ini.

Pertemuan IMF di Bali adalah konsolidasi mereka. Rivalnya Pemerintah Trump, Xi Jin Ping dan Vladimir Putin.

Menurut Syahganda Naingolan, “The Evil Winter” itu maksudnya Trump.

Pilpres 2019 adalah pertarungan state vs corporate. Bukan semata-mata duel Paslon. RRT mengirim duta besarnya menemui Pa Prabowo. Sedangkan Globalist Jack Ma menemui Jokowi di istana. Trump sudah pasti akan mengganti rezim-rezim bentukan Administrasi Obama.

Baca juga:  Jangan sewot, kami Ekonom juga tau soal utang

Jadi, Pro Rezim Corporate global jangan dulu over confidence. You don’t know what’s in store.

Pro Prabowo-Sandi jangan cengeng. Jangan dikit-dikit ngeluh soal spanduk. Jangan mainkan kartu rasis. Itu modus globalist menancapkan kekuasaan. Maju terus. Kita bangkrutkan para taipan pro asing. Kita tumbangkan rezim ini di Pilpres 2019.

THE END

(Visited 45 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account