Bersatulah Oposisi !!!

Bersatulah Oposisi !!!

SERUAN HRS AGAR OPOSISI BERSATU – IMPLIKASINYA THD PBB DAN BERKARYA …
(Darby Jusbar Salim – NKS Consult)

….Di negeri ini tak satu pun orang yg bisa membantah bahwa HRS merupakan Ulama yg paling terkemuka saat ini. Ulama yg mampu menggerakan sebahagian besar ummat Islam di negeri ini dalam gerakan yg berkesinambungan dan terus membesar sebagaimana yg terjadi pada GNPF MUI dg gerakan yg super damai, tertib dan bersih.

… Itu pula sebabnya pengaruhnya ditakuti lawan, sehingga begitu gencar serangan yg dilakukan terhadap dirinya, sampai dia dikriminalisasi. Sejak dikriminalisasi dg kasus yg tidak masuk akal, ia hijrah beserta keluarganya untuk bermukim sementara di kota suci Makkah. Sejak itu dia terus didatangi oleh berbagai tokoh dari tanah air untuk membicarakan masalah-masalah politik yg berkembang di tanah air terutama dalam menghadapi Pilpres 2019.

… Bagi HRS sendiri, sebagaimana ajaran Islam, persyaratan calon presiden sederhana saja, amanah dan dapat dipercaya, jujur, mampu mengayomi ummat Islam dan ummat beragama lain dan mengikatnya dalam kerukunan yg sebenarnya. Mampu menegakan Pancasila secara konsisten, menjaga kedaulatan dan persatuan NKRI.
… Baginya pemerintahan sekarang sangat jauh dari persyaratan dasar kepemimpinan dalam Islam, maupun penerapan Pancasila yg konsekwen. Itu pula yg mendorongnya melancarkan kritik yg tajam thd pemerintahan saat ini.

… Beberapa kali tokoh partai oposisi menemuinya, Prabowo Subianto, Amien Rais dll. Setiap bertemu dg tokoh-tokoh oposisi, selalu saja HRS menyerukan agar Oposisi bersatu agar dapat memenangkan Pilpres yang akan datang.

… Baru-baru ini Tommy Soeharto, sbg Ketum Partai Berkarya menemui HRS di Mekkah. Beredar di media online mengenai hasil pertemuan tersebut. Salah satu hasil dari pertemuan itu, sekali lagi HRS menyerukan agar partai-partai oposisi bersatu. Agar 6 partai, Gerindra, PKS, PAN, PBB, Berkarya dan Idaman, bersatu dalam menghadapi Pilpres yg akan datang.

Baca juga:  Ada apa dengan Rocky, ada apa apa dengan kita?

… Bila 6 partai ini bersatu, maka posisinya akan jauh lebih kuat. Dalam pemenuhan PT 20%, sudah melampaui, karena gabungan antara Gerindra (73), PKS (40) dan PAN (49) sudah jauh di atas PT yakni 28,9%. Dari sisi Capres yg akan diusung, saat ini yang paling kuat posisinya dan mampu bertarung dg Jokowi yg diusung 6 partai ditambah sekitar 3 partai non parlemen, adalah Prabowo Subianto.

Masalah Cawapres tentu bisa dimusyawarahkan sebaik-baiknya antar partai-partai tersebut. Dan ini yg mendorong HRS menyerukan agar ke-6 partai tersebut segera bertemu dan bermusyawarah.

… Apa manfaat dari bergabungnya dua partai non parlemen, PBB dan Berkarya pada Pemilu Legislatif 2019 ? (partai Idaman tidak lulus seleksi).
Seruan HRS untuk bersatu mempunyai pengaruh yg luas kepada masyarakat. Selama ini seruan HRS sangat didengar oleh masyarakat karena kharisma yg luar biasa. Bersatunya partai partai sebagaimana yg diserukan oleh HRS, secara psikologis akan memunculkan dukungan yg lebih besar di kalangan masyarakat luas dan ummat Islam di negeri ini, khususnya bagi PBB dan Berkarya.

Dengan demikian masyarakat punya referensi yg jelas dalam menentukan pilihannya pada saat dilaksanakannya Pemilihan Legislatif yang akan datang. PBB dan Berkarya termasuk ke dalam ruang pertimbangan dalam menentukan pilihan.

Dengan demikian diharapkan target minimal untuk mendapatkan 4% sebagai persyaratan Ambang Batas Parlemen bagi kedua partai ini dapat tercapai.
Dengan masuknya dua partai ini ke Parlemen, tentu akan lebih memperkuat barisan 5 partai ini kelak di Parlemen, karena Idaman tidak bisa masuk kecuali menumpangkan wakilnya di partai lain.

Baca juga:  Esensi pidato pak Prabowo

… Menjelang bulan Agustus 2018 ini, dimana merupakan pendaftaran Capres/Cawapres, hendaknya 6 partai ini segera mengambil sikap yg jelas untuk membentuk Koalisi, dan menentukan Cawapres yg akan menjadi pasangan Prabowo Subianto. Segera bertemu dan mengadakan musyawarah secara bermartabat, tentu dg mekesampingkan “ego partai” demi mendapatkan pasangan yg sebaik-baiknya. Tentu semua berdasarkan pertimbangan demi kemashlahatan ummat.

… Memang posisi Prabowo Subianto sebagai Capres tidak bisa digoyah, karena sampai saat ini hanya PS yang pantas untuk posisi ini dg pertimbangan popularitasnya jauh melampaui Jokowi.

… Satu hal yg paling penting,bila koalisi ini terbentuk dengan segera, maka dapat dipastikan yg akan berhadapan adalah dua kubu saja, Kubu yg mengusung Prabowo Subianto berhadapan dg Kubu yang mengusung Jokowi. Sementara Poros Ketiga yg akan dibentuk oleh Partai Demokrat tidak akan terwujud mengingat yg diharapkan bergabung adalah PAN dan PKS, sementara untuk menarik dua partai dari kubu Jokowi begitu sulit, baik PKB atau PPP.

Terkecuali bila kubu Jokowi membuat kesepakatan dg Demokrat yg memfungsikan Poros Ketiga ini sebagai pemecah suara. Tanpa itu, tetap saja yg akan berhadap-hadapan adalah kedua kubu ini.

… Bila hanya dua kubu yg berhadapan maka dapat diharapkan pertarungan pada Pilpres yang akan datang merupakan titik perubahan dalam pergantian kepemimpinan nasional.

“wa laa tafarraqu” itu ayat Al-Qur’an yg mendorong HRS menyerukan agar Partai Oposisi bersatu. Bila ingin mendapatkan kemashlahatan, dengarkan lah seruan Ulama.

(DJS/S.Sunda/LPTA/12072018)

(Visited 102 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account