Lemahkan Posisi Tawar Ummat, Maka Islam Nusantara 5 Tahun Kedepan Siap Memamah Biak

Lemahkan Posisi Tawar Ummat, Maka Islam Nusantara 5 Tahun Kedepan Siap Memamah Biak

Lemahkan Posisi Tawar Ummat, Maka Islam Nusantara 5 Tahun Kedepan Siap Memamah Biak

Apa yang kita temukan dari pertemuan demi pertemuan para politisi dengan Habib Rizieq Shihab tidak lebih dari keuntungan elektabilitas bagi politisi. Karenanya jangan heran jika politisi yang berada dalam lingkar kekuasaanpun menyadari pentingnya bertemu Imam Besar Ummat tersebut.

Apa hasil signifikan yang bisa kita harapkan? Sayangnya kita terpaksa mengaku belum ada sama sekali! Bahkan coretan-coretan rekomendasi para Ulama yang sepakat kita hormati cuma jadi penghias buat catatan pribadi.

Politisi tetaplah politisi dan mereka selalu siap berhitung untung rugi. Kembali, posisi tawar ummat tetaplah lemah, bahkan terlalu lemah. Kita hanya terlalu bangga dengan kemenangan yang sebenarnya bukan kita yang diuntungkan.

Padahal kita selalu menyadari bahwa pemimpin negeri ini akan selalu berada diantara dua pilihan kepentingan; Aseng dan Asing. Silakan pilih salah satu, maka kalian akan menang!

Maka pelemahan secara masif posisi tawar Ulama-ulama, apalagi ummat adalah sebuah keniscayaan bagi pemimpin yang ingin berkuasa. Diantara dua kepentingan tersebut jika mau jujur sama-sama anti terhadap perkembangan Islam. Itulah kepentingan Kapitalis yang ingin menguasai sumber daya alam negeri ini.

Baca juga:  Dua Wajah KPK dalam Pandangan Fahri Hamzah

Sementara dari sisi ideologis, guna memuluskan kedua diantara kepentingan itu maka Islam Nusantara adalah jalan kearah sana. Mereka barter kebebasan memamah biak dengan bantuan berlimpah dan membiarkan negeri ini diacak-acak seenak hati.

Umat Islam yang berjuang bertahun-tahun lepas dari kapitalis Asing dan Aseng tinggal menggigit jari. Bukan hanya kekayaan alam yang dikuras sampai mati, tapi juga pengekangan kebebasan hingga kiriminalisasi.

Solusi keluar dari jalan tersebut adalah perkuat barisan! Jadikan posisi tawar lebih tinggi. Kita punya Imam Besar, kita punya Ulama-ulama yang lurus dijalan Dakwah dan kita juga masih punya Partai-partai Islam yang Insya Allah amanah. Jika tidak bisa menguasai sama sekali, maka sodorkan “pendamping” dari tokoh-tokoh Islam yang kita sama ketahui kapasitasnya. Bukan saling melemahkan hingga lawan bertepuk kegirangan!

Urgensi kita menyadari bahwa ada tangan-tangan yang bermain mengotori sejadah-sejadah kita, aqidah anak-anak kita. Ada kepentingan yang terganggu jika kita mampu untuk terus bersatu. Rumah kita sudah sesak orang, ia ada yang berlaku sebagai teman atau tamu tak diundang yang tidak malu-malu mengambil makan.

Baca juga:  Gerindra Bakal Ajukan Moreno Suprapto Untuk Pilgub Jawa Timur

Jika posisi tawar ummat masih saja diberangus dan dihindari, percayalah… Kita akan tetap mendapatkan pemimpin yang kurang lebih sama! Dan kita melalui perjuangan ini lebih berat pada tahun-tahun berikutnya…

Wallahu’alam bisshowab

 

(DU/jerami)

(Visited 124 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account