Dungu-nya politisi Islam dan Ummat Islam

Dungu-nya politisi Islam dan Ummat Islam

Dungu-nya politisi Islam dan Ummat Islam

Info didapat dari berbagai sumber
Mohon maáf jika tulisan berikut terkesan kasar tapi info-nya benar adanya

Negara saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan, rakyat teraniaya, ekonomi morat marit, muslim tertekan, ulama tersingkir, pribumi tersisihkan. Semua berharap agar secepatnya terjadi perubahan, …pilpres 2019 adalah moment tepat untuk mewujudkan itu. Tapi mari kita lihat yang terjadi dengan penduduk pribumi, muslim, ulama dan politisi.

Mereka bukannya bersatu untuk mewujudkan tujuan mengganti pemerintahan, tapi mereka membagi suara… karena ego masing-masing, menjagokan pilihan sendiri-sendiri, bahkan mengusulkan pilihan baru.

Apakah ini pinter atau keblinger?

Betapa dungu nya…, karena dengan begitu, suara muslim Indonesia terpecah, sehingga petahana akan bertahan dengan suara tertinggi. Sementara muslim pribumi, ulama dan politisi terkotak-kotak dg suara kecil.

Mari kita lihat peta ini.

MUSLIM MAYORITAS , DALAM PETA PILPRES 2019 , .

Inilah fakta kafir menjadi mayoritas, bukan karena mereka hebat, tapi karena dungunya muslim

Muslim                        75% = 75
Kafir                            25% = 25
Total                         100% = 100

Baca juga:  Eksodus pengusaha Tionghoa ke kubu Prabowo

Muslim pro Kafir            25%
Muslim diam                  10% (disusupi anti thoghut/demokrasi)
Muslim berikhtiar           40%
Kafir baru dari luar         10%

Hasil akhir :
Muslim                           : 75-25-10 = 40%
Kafir                               : 25+10+ muslim pro kafir 25= 60%
Total                              : =100%

Muslim                          = 40/100 = 40%
Kafir                              = 60/100 = 60%

Baca juga:  Mengapa Prabowo Harus Menjadi Presiden?

Apalagi jika masing-masing partai punya calon baru untuk presiden, apakah mereka tidak berfikir? Kenapa tidak berkaca dari pilkada Jabar yang harusnya menang mutlak tapi sampai sekarang masih dibawah Ridwan Kamil (pendukung Presiden) karena suara terbagi. Masihkah kita berharap menang dengan kondisi ini ?

Lihatlah DKI Jakarta, mereka menang karena muslim bersatu. (Semoga Alloh meridhoinya.)

Jadi,…. jangan harap muslim dan pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri, karena pribumi dan politisi muslim telah membagi-bagi suara, menjadi kelompok-bagi kecil dibawah kafir

# 2019 Ganti Presiden hanyalah angan-angan, …mimpi, jika muncul calon-calon baru.

Kenapa tidak 1 calon muslim saja yg telah dikenal rakyat dan berkomitmen?

Selamat bertafakur para pemimpi dungu….

Jika tetap begitu, bermimpilah…..kamu tak lebih baik dari yang sekarang, karena yang kamu fikirkan bukan kepentingan umat dan rakyat, tapi pribadi dan golongan.

Bermimpi lah # 2019 Ganti Presiden

Silahkan dishare biar kita semua mikir….

(Visited 346 times, 1 visits today)

Dee Sagita

comments
  • Ini tulisan tidak mendalam dan mislead.

  • Muslim menjadi tuan rumah di negeri sendiri? Walaupun memang Islam adalah agama mayoritas yang dianut rakyat Indonesia, tapi sejak dulu Indonesia terdiri dari bermacam suku dan agama. Melalui Pancasila hal tersebut tidak menjadi masalah dalam menyatukan keberagaman tersebut. Dan Pancasila itu sudah disepakati oleh para pendiri bangsa kita yang di dalamnya juga ada tokoh Islam.

  • leave a comment

    Create Account



    Log In Your Account