Heran, masak mengelola negara seperti ini caranya?

Heran, masak mengelola negara seperti ini caranya?

Heran, masak mengelola negara seperti ini caranya?

PERKPU LARANG EKS KORUPTOR NYALEG: MENKUMHAM OGAH TEKEN, PRESIDEN JUSTRU MINTA EKS KORUPTOR BOLEH NYALEG, INI MAKSUDNYA APA ?

Oleh: Nasrudin Joha

Heran, masak mengelola negara seperti ini caranya? Apa rakyat musti bilang WOW gitu ? Ini eks koruptor masih saja diperjuangkan bisa NYALEG. Apa Indonesia yang 300 juta jiwa ini sudah tidak ada yang steril dari korupsi ? sudah tidak ada yang berkualitas lagi ?

Coba, Klo ngikuti petuah Presiden. Eks koruptor boleh NYALEG, tapi cukup diberitahu posisinya pernah kena kasus. Gimana coba ? Apa foto caleg eks koruptor ini matanya diganti duit koin ? Yang mata duitan itu yg eks koruptor. Menggelikan bukan ?

Terus Menkumham ogah Teken peraturan KPU yang mengharamkan eks koruptor NYALEG. Nich maksudnya apa coba ? Menteri hukum dan HAM atau tim pembela koruptor ?

Bingung, katanya mau komitmen memberantas korupsi, tapi kok memberi celah pada eks koruptor ? Katanya mau memberikan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, terus kalo begini kepiye jal ?

Saya sebenarnya capek, nulis tentang kacaunya negara mengelola Pemerintahan. Kebijakan negara yang dikeluarkan seperti tidak ada yang benar saja, semua salah, semua keliru. Mau ngomong apa saja, semua aneh, semua lucu, mirip ngelola ludruk saja.

Coba bayangkan, ada e KTP rusak sejak 2010, dimusnahkan baru menjelang 2019. Itupun karena ada insiden e KTP kececer, Kalo tidak ? Siapa yang menjamin E KTP itu tidak disalahgunakan ? Lha wong fisiknya masih kinyis-kinyis kok dibilang rusak ?

Baca juga:  Pos Polisi di Simpang Tiga UIN Sunan Kalijaga Dibakar, Lalu Lintas pun Macet Total

Coba bayangkan, umumkan THR tapi daerah yang suruh bayar. Dipikir negara seperti Warung apa ? Anggarannya bisa comot sana sini seenaknya. Lha mau kesohor kok mengorbankan daerah ? Ckckckckck, itu kepala daerah pasti memaki semua, mau Lebaran dibikin pusing edaran Kemendagri.

Coba bayangkan, bentuk BPIP tdk jelas tupoksinya, tetapi sangat gamblang nilai gajinya 100 juta ! Rakyat banyak yang menjerit karena lapar, ini Brahmana BPIP malah mau keceh duit, bergelimang ratusan juta, apalagi jika dirapel sejak berdiri, miliaran !

Coba bayangkan, Kantor media disatroni, pekerjanya dipukul, property dirusak. Masak tidak ada unsur pidana ? Lah Klo ada unsur pidana itu apa yang bikin pengajian di masjid sehingga terus diawasi dan dipersekusi ?

Coba bayangkan, HRS dituding Chat diburu, yang menyebutkan Chat tidak Disenggol. Aneh. Viktor Laiskodat yang jelas SARA dibiarkan, bahkan ikut Pilkada. Lucu Kan ?

Coba cek UU ITE, itu isinya cuma pasal 28 ayat (2) tentang kebencian dan SARA. Yang disasar semua aktivis Islam. Jonru, Buni Yani, asma Dewi, Rini Sulistiawati, Alfian Tanjung. Mana ada cebong kena pasal ITE ? Cebong nyampah SARA sampe ke ujung berung kagak pernah ditindak.

Baca juga:  Demi Prabowo, Orang Berbondong Sukarela dengan Biaya Sendiri

Sudahlah, hentikan semua canda ini, aku terlalu geli melihatnya. Ini sebenarnya mau mengelola negara atau bikin ketoprak humor ? Kasihan nasib Parto, Sule dan Andre. Aksi mereka kalah jauh lucunya dengan model pengelolaan rezim saat ini.

Saya butuh masukan, saya pingin berhenti menulis mengkritik penguasa saat ini, dengan syarat rakyat telah memperoleh keadilan dan kesejahteraan. Tapi aku tak bisa ? Haruskah aku mengakhiri tulisanku ? Oh tak tahu mengapa, bimbang hati ini menunggu…angin sampaikan padanya, bahwa aku rindu..

Bagi penggemar, yang suka Nunggu tulisan nasjo, yang ikut lega baca tulisan nasjo, yang merasa terwakili, lega dan merasa WOW dengan tulisan Nasrudin Joha, teruslah membaca. Pastikan, Anda terus memviralkan agar semua gelak tawa meliputi seluruh pelosok negeri. [].

(Visited 117 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account