Setelah Sate Kikil Kini Muncul Rendang Tutut, Saat Kebutuhan Perut Menuntut dan Standar Hidup Makin Kecut

Setelah Sate Kikil Kini Muncul Rendang Tutut, Saat Kebutuhan Perut Menuntut dan Standar Hidup Makin Kecut

Setelah Sate Kikil Kini Muncul Rendang Tutut, Saat Kebutuhan Perut Menuntut dan Standar Hidup Makin Kecut

Pernah dengar Sate Kikil? Pasti pernah kan? Karena sate kikil sudah lama populer dikalangan anak-anak. Sate kikil yang dijual super murah dan jadi jajanan anak-anak sekolah itu sekarang menjadi menu utama yang dijual layaknya makanan utama sebagai temannya nasi. Kaget? Mungkin sebagian kalian masih kaget, sebagian malah menganggap hal biasa dan sudah sering mencoba makanan ini.

Sate kikil sekarang sudah semakin terkenal dan jadi salah satu primadona. Mudah ditemukan diantara jajanan lain dipusat-pusat kuliner.

Lain halnya dengan Rendang Tutut, makanan ini mungkin masih terasa asing terdengar. Pada sebuah jalan saya menemukan gerobak dengan tulisan besar “Rendang Tutut”. Saya sedikit terkejut dengan jajanan satu ini.

Sebelumnya, tutut memang dikenal sebagai sebuah makanan olahan bagi rumah-rumah dengan standar hidup keluarga sederhana dan miskin. Tutut biasanya diolah menjadi makanan utama dengan ditumis. Tutut mudah ditemukan menempel pada batu-batuan atau bersembunyi di dasar berlumpur perairan tawar seperti danau, rawa, kolam, sungai, persawahan, dan saluran-saluran irigasi. Harga seporsi Rendang Tutut berkisar sekitar 5000 rupiah.

Baca juga:  Di Papua, Yusril Ditagih Janji Lama Sejak Presiden Megawati

Dengan naik pangkatnya Sate Kikil dan Rendang Tutut menjadi salah satu jajanan, maka apa yang terdapat dalam pikiran saya?

Yang pertama saya berfikir bahwa kualitas memang secara nyata menurun. Keberhasilan pemerintah yang ditutupi dengan tanpa mengenal lelah nyatanya tak mampu menutupi kenyataan yang ada. Trend makanan Sate Kikil dan Rendang Tutut pada awal kemunculannya pasti bukan konsumsi buat orang kaya. Bukan sajian restoran atau hotel-hotel bintang lima.

Inilah cara “orang miskin” melakukan terobosan kala hidup semakin terasa kecut. Tetap bisa rekreasi kuliner dan menikmati hidangan ala-ala orang kaya meski hanya menikmati dipinggir jalan raya. Menurunkan sedikit kualitas hidup tidak jadi masalah. Justru menunggu pemerintah menaikkan taraf hidup mereka yang bagi mereka masalah. Kebutuhan perut yang menuntut, membutuhkan kreatifitas yang lebih dari biasa.

Baca juga:  Jangan Panaskan 5 Makanan Ini!

Inilah cara “orang miskin” untuk tidak mengeluh susah. Menerima kenyataan bahwa kualitas hidup memang harus diturunkan. Tetap menikmati Sate, tetap menikmati Rendang. Hanya saja, satenya sate Kikil dan rendangnya Rendang Tutut…

 

 

 

 

(Visited 137 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account