Ironis…!! Baju Kaos #2019GantiPresiden Digembosi, Baliho Raksasa Untuk Jokowi Bebas Terpasang

Ironis…!! Baju Kaos #2019GantiPresiden Digembosi, Baliho Raksasa Untuk Jokowi Bebas Terpasang

Ironis…!! Baju Kaos #2019GantiPresiden Digembosi, Baliho Raksasa Untuk Jokowi Bebas Terpasang

Pemilihan Presiden RI masih berada sekitar 1 tahun lagi, namun suhu politik sudah mulai memanas, bahkan atribut dan berbagai pernak pernik yang membicarakan persoalan pilpres nanti sudah mulai buat masyarakat pusing, bahkan konstestan yang sudah mengatakan ikut dalam pilpres nanti tidak kalah pusingnya.

Tengok saja Presiden Joko Widodo yang sudah jelas jelas menyatakan akan kembali bertarung merebutkan kursi RI 1 2019 nanti, dibuat pusing dan sempat “curhat” ketika munculnya tagar #2019GantiPresiden yang kemudian menjadi trending topik Indonesia hingga beberapa kali masuk bertengger di bagian 10 besar, walaupun sempat beberapa berganti “rupa” menjadi #2019PresidenBaru atau sejenisnya. Namun tujuan utamanya ialah menggantikan posisi Jokowi sebagai presiden periode berikutnya.

Bahkan hestek #2019GantiPresiden ketika dimunculkan di baju kaos, sebagai pernyataan secara langsung oleh masyarakat, tidak ada cara lain selain mulai meminta kepada para pengguna kaos #2019GantiPresiden untuk menggantinya dengan baju polos, dikarenakan aturan yang sudah diterapkan pada titik tertentu untuk tidak menampilkan simbol atau apapun yang berbau politik.

Walaupun belum memasuki masa kampanye pilpres namun “perang urat syaraf” yang dilancarkan sudah dimulai, tengok saja beberapa baliho berukuran cukup besar dan terpampang di beberapa titik keramaian sudah muncul, dan Jokowi yang sudah menyatakan maju kembali, rupanya tidak ingin  ketinggalan kereta, dengan cara memuat gambar lengkap dengan pernyataannya berupa hestek #2019TetapJokowi dan baliho lainnya yang diperkirakan berada di Pulau Sumatera tertulis “RI Satu Relawan Indonesia Sumatera Untuk Jokowi”.

Baca juga:  Catatan Akhir Tahun: Fenomena Baru Sosial Media; Oposisi Tangguh Bagi Penguasa

Ferdinand Hutahaean mengkritik sikap KPU dan Bawaslu yang dianggapnya tidak memberikan teguran terkait dengan baliho baliho yang dipasang oleh para pendukung Jokowi, yang jelas jelas telah melanggar aturan kampanye pemilihan umum.

Baliho ini harusnya ditindak oleh Bawaslu dan KPU karena bentuk mencuri start kampanye. Dan ini sdh kampanye orang, beda dgn hastag yang belum bentuk kampanye orang, tapi masih kampanye gagasan. Ide. Mana Bawaslu dan KPU?  @KPU_ID ” tulis Ferdinand melalui akunnya @LawanPolitikJKW.

Seperti halnya Ferdinand, banyak juga netizen yang membandingkan perlakuan aparat kepolisian terhadap hestek #2019GantiPresiden yang dicetak pada baju kaos, ketika para warga yang memakai baju kaos tersebut, mendapatkan perlakuan yang dianggap sudah berlebihan, seperti yang terjadi di Makassar, dimana dalam video tampak anggota Polda Sulawesi Selatan, mencoba menghalau para massa yang akan masuk ke lokasi Pantai Losari yang biasanya dipakai oleh masyarakat Kota Makassar untuk berolahraga atau sambil menikmati pemandangan tepi pantai.

Bahkan di Kota Medan Sumatera Utara, warga harus berhadapan dengan sekelompok Satpol PP yang berdiri menghalangi pintu masuk lokasi joging warga, karena Sekda Kota Medan sudah mengeluarkan instruksi agar tidak memperbolehkan warga untuk masuk yang menggunakan baju kaos dengan tagar #2019GantiPresiden.

Sementara baliho baliho yang terpasang dengan ukuran besar tersebut, justru tidak mendapatkan teguran maupun sanksi apapun, yang jelas jelas telah melanggar aturan kampanye yang belum waktunya.

Baca juga:  Ahmad Dhani Menyebut Peristiwa Teror Bom Sebagai #KonspirasiKuasaGelap

“Inilah bentuk ketakutan mereka, cuma mau lawan baju kaos #2019GantiPresiden mereka pakai segala macam cara, mulai dengan iklan di media (dibuat oleh PSI-red) lalu sekarang baliho besar, kalau tidak salah ada juga yang ditulis di badan pesawat oleh salah satu partai,” ujar Nana warga Yogyakarta yang dihubungi oleh jerami.info melalui akunnya @n4n4121287.

Namun Nana yakin jika gerakan rakyat melalui hestek #2019GantiPresiden tetap akan muncul, karena gerakan ini murni dari rakyat, walaupun kedepannya nanti akan ada berbagai macam bentuk penghalangan maupun pelarangan, justru akan semakin membuat rakyat tidak perduli dengan cara cara kotor yang menghalangi kelompok yang satu, namun memberikan keleluasan kepada kelompok lainnya untuk melakukan gerakan mereka.

“Apapun cara yang akan dilakukan, saya yakin rakyat tidak akan mundur untuk menyatakan ganti presiden pada pemilihan presiden 2019 nanti secara konstitusional,” pungkasnya.

(Dandi)

(Visited 1.644 times, 1 visits today)

Dandi Jerami

leave a comment

Create Account



Log In Your Account