Tuding Soeharto Bunuh & Bantai Rakyat, Netizen ; “PSI Takut Lawan Parpol, Makanya Nyari Lawan Yang Nggak Ada”

Tuding Soeharto Bunuh & Bantai Rakyat, Netizen ; “PSI Takut Lawan Parpol, Makanya Nyari Lawan Yang Nggak Ada”

Tuding Soeharto Bunuh & Bantai Rakyat, Netizen ; “PSI Takut Lawan Parpol, Makanya Nyari Lawan Yang Nggak Ada”

Partai Solidaritas Indonesia alias PSI melalui akun sosial media twitternya @psi_id memposting sebuah video yang berisikan tentang Presiden Soeharto ketika masih menjadi Presiden RI kedua. PSI menuliskan kata pengantar pada video yang diunggah pada tanggal 3 mei 2018 ini, sebagai “dosa” Soeharto selama melaksanakan penegakan HAM di Indonesia.

PELANGGARAN HAM DI MASA ORDE BARU Bro dan Sis, siapa bilang hidup di masa Orde Baru enak? Tanya saja kepada keluarga korban pelanggaran HAM. Cek video berikut ya…” tulis @psi_id

Dalam video yang diunggah hanya berupa kepingan kepingan foto yang kemudian diedit menjadi sebuah video pendek, dan setiap foto yang muncul, juga diberikan kata pengantar sebagai salah satu pembenaran untuk kepingan foto yang diunggah. Seperti pada gambar pembuka, dimana Presiden Soeharto yang sedang berlatih menembak menggunakan pistol, namun oleh PSI diberi kalimat, “PEMERINTAH SOEHARTO MEMBANTAI DAN MEMBUNUH TANPA DASAR HUKUM”.

Lalu kepingan foto foto selanjutnya juga demikian, bahkan versi PSI peristiwa pada kerusuhan Mei 1998 dimana masa masa terakhir Presiden Soeharto turun dari jabatannya sebagai Presiden, kejadian tertembaknya mahasiswa Trisakti yang kemudian dianugerahi oleh Mahasiswa Indonesia sebagai Pahlawan Reformasi, juga dianggap oleh PSI adalah perbuatan Soeharto. Video yang diunggah menceritakan tahun tahun dimana adanya kejadian pelanggaran HAM selama Soeharto masih berkuasa sebagai presiden.

Baca juga:  Negeri Yang Diberkahi

“Sebenarnya PSI ini yang mau dijadikan lawan politiknya itu Orde Baru atau partai partai politik yang akan bertarung dengannya di tahun 2019 nanti ?” tanya salah satu netizen yang berasal dari Kota Yogyakarta @n4n4121287 ketika dimintai pendapatnya soal video tersebut. “Atau PSI memang sudah sadar dan tahu kapasitas serta levelnya yang berada jauh dibawah parpol pemilu 2019 lainnya, hingga maksain nyari lawan yang sudah tidak ada, cocok kalau ada yang menjuluki Partai Alay.” tambahnya.

Nana bahkan merasa jika isi video dan kalimat yang kemudian dibuat dalam bentuk video yang diunggah oleh @psi_id tersebut, didapat dari pencarian di mesin pencari google, bukan dari hasil penelusuran sendiri. Karena dirinya yakin jika pengurus PSI bukanlah saksi atau pelaku sejarah kejadian kejadian seperti dalam video tersebut.

Baca juga:  Sebut Cuitan Fahri Hamzah Miskin Manfaat. Netizen Kepada PSI: Kalian Dhuafa Popularitas

Berikut video yang diunggah oleh PSI melalui akun twitter milik mereka :

 

(Visited 2.048 times, 1 visits today)

Dandi Jerami

leave a comment

Create Account



Log In Your Account