Felix Siauw; Mengadu antara Negara dan Agama, Seolah Kita Harus Memilih yang Satu dan Mengabaikan Lainnya adalah Narasi yang Berbahaya

Felix Siauw; Mengadu antara Negara dan Agama, Seolah Kita Harus Memilih yang Satu dan Mengabaikan Lainnya adalah Narasi yang Berbahaya

Felix Siauw; Mengadu antara Negara dan Agama, Seolah Kita Harus Memilih yang Satu dan Mengabaikan Lainnya adalah Narasi yang Berbahaya

Narasi Itu-itu Saja

Orangnya itu-itu juga, kelompoknya juga masih itu-itu saja, pendukungnya pun tidak beda, dan narasi yang digalang juga masih sama, dari penistaan agama sampai sari konde ibu nusantara.

Mereka dari awal punya narasi yang berbahaya, mengadu antara negara dan agama, seolah kita harus memilih yang satu dan mengabaikan lainnya, ingin Indonesia jangan pakai agama, ingin agama maka bukan Indonesia, itu narasi utama mereka.

Dari situ mereka punya impian ingin sekulerisasi Indonesia, meniru apa yang pernah diperbuat Belanda, menghilangkan ruh bangsa dengan pecah belah adu domba, agar kita ribut dengan saudara pecah diantara kita.

Agenda mereka sederhana, bila masih ada Islam mereka takkan bebas berkuasa, sebab Islam akan menginspirasi kaum Muslim untuk melawan senantiasa, sebab dalam Islam kedzaliman takkan berpadu dengan cahaya.

Maka agar mereka bisa kuasai tanah dan aqidah, pengusaha dan penguasa, perdagangan sekaligus perumahan, pertambangan juga keamanan, syaratnya Islam tak boleh ada.

Baca juga:  Tulisan Felix Siaw ini Menyindir Tajam Ibu Sukmawati

Sebab selagi ada Islam maka takkan berhenti muncul para ksatria, yang akan berpihak pada Al-Haq dengan segenap yang jiwa raga.

Jadi mereka mulai suntikkan racun pikiran pada generasi muda, hingga mereka hanya bicara tentang dunia, takut mati dan merasa hidup selamanya, yang katanya toleransi tapi malah seolah tak beragama.

Jadilah Islam terasing di negeri Muslim terbesar dunia, disini komunisme boleh diajarkan, zina jadi teladan, dukun jadi tontonan, kidung dibandingkan adzan, ibadah diganti tari-tarian, apapun asal jangan Islam boleh ada.

Penistaan agama model sari konde ini bukan yang terakhir, selama narasi besar mereka digaungkan maka konflik akan terus disulut, sebab selama Islam masih di dada ummatnya, mereka takkan pernah tenang dan ridha.

Tapi sayangnya Allah punya rencana lainnya, yang pasti lebih besar dan lebih rumit dari apa yang dikira manusia. Tiap-tiap kebencian yang keluar dari para penista agama dan sekutunya, malah menyatukan ummat dan memperkuat mereka.

Baca juga:  Felix Siauw: Takkan Mungkin Seorang Muslim Memihak pada Partai Penista Agama dan Penista Ulama

Tapi tak apa, yang benar jauh lebih berhak memesona, Islam bukan dibuat manusia maka takkan bisa dihancurkan manusia. Agama ini milik Allah, dan akan dimenangkan gemilang pada saatnya  🙂  🙂  🙂

(Visited 213 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account