Sejarah Ondel-Ondel Dan Riwayatnya Kini

 

Jakarte punye cerite
Sejarah Ondel-Ondel Dan Riwayatnya Kini
Boneka besar setinggi kurang lebih 2 meter, berjumlah 2 buah, boneka laki-laki ditandai dengan wajah merah yang mempunyai kumis tebal sedangkan boneka perempuan ditandai dengan wajah berwarna putih. Keduanya digerakkan oleh orang yang ‘rela’ masuk ke dalam boneka tersebut sehingga si boneka terlihat menari, tentunya dengan musik ala Betawi yang mengiringi.
Tapi, pernahkah kalian berpikir tentang sejarah ondel-ondel? Tidak ada yang tahu pasti kenapa boneka yang ditakuti oleh anak kecil ini dinamai Ondel-Ondel. Usut punya usut, dulu Ondel-Ondel itu disebut Barongan. Kenapa?
Sejarah Ondel-Ondel
Ondel-ondel dulu berfungsi sebagai penolak bala, penolak hal-hal jahat atau penolak roh halus yang dipercaya mengganggu manusia. Makanya, itu alasan mengapa ondel-ondel berwajah seram.
Lalu kenapa disebut Barongan? Karena cara ‘penggunaan’nya yang diarak bersama-sama atau barengan maka si boneka besar pengusir roh jahat ini disebut Barongan. Lalu sejak kapan ondel-ondel masuk ke tanah Betawi? Tidak ada yang tahu pasti, tapi dari beberapa catatan yang ditemui, ondel-ondel sudah ada di Betawi dari tahun 1600an. Diceritakan saat itu sudah banyak rakyat yang memainkan boneka besar yang diarak seperti sedang menari di pinggir jalan. Tidak ada yang tahu apakah itu ondel-ondel atau bukan, tetapi yang pasti karena berbentuk besar dan diarak beramai-ramai, diperkirakan itulah catatan awal ondel-ondel.
Ritual Pembuatan Ondel-Ondel
Masyarakat Betawi jaman dahulu percaya bahwa jika kita ‘nanggap’ (memanggil / mengundang) ondel-ondel maka berbagai marabahaya seperti penyakit dan hutang akan menjauh dengan sendirinya. Karena itu, dulu jika ingin menampilkan Ondel-Ondel, si empunya hajat biasanya menanyakan apa saja keinginan Ondel-Ondel. Dilanjutkan dengan si empunya hajat akan memberikan rokok lisong atau cerutu dengan menempelkannya di mulut si ondel-ondel.
Karena bertugas untuk mengusir roh jahat maka dahulu pembuatannya tidaklah mudah. Masyarakat Betawi harus membuat sesajen atau mengadakan ritual khusus terlebih dahulu agar roh yang masuk ke dalam boneka besar ini adalah roh baik yang bisa mengusir roh jahat.
Perubahan Fungsi Ondel-ondel
Seiring berjalannya waktu, fungsinya tidak lagi sebagai pengusir roh jahat. Sekitar tahun 1960an, lebih tepatnya saat Gubernur Ali Sadikin memerintah, ondel-ondel dialihfungsikan. Jika awalnya dalam sejarah ondel-ondel hanya dikenal sebagai boneka pengusir roh jahat, maka hal tersebut diubah oleh Bang Ali. Tubuh ondel-ondel tetap dibuat setinggi 2 meter, tetapi dihias menggunakan baju yang semarak, tentunya dengan wajah yang tidak menyeramkan.
Ondel-ondel menjadi lebih sering tampil di acara pernikahan, sunatan, berbagai acara hajatan khas orang Betawi, acara penyambutan dan banyak lainnya. Lagu yang mengiringi pun tidak lepas dari musik khas Betawi yaitu tanjidor, rebana, ketimpring dan lainnya. Sejak itu, ondel-ondel lebih dikenal sebagai sebuah kesenian khas Betawi.
Ondel-Ondel Masa Kini
Kini, dalam acara khas kota Jakarta, kita akan melihat si boneka ini tersenyum seperti menyambut para tamu. Modernisasi yang terjadi pun tak membuat orang-orang melupakan si boneka besar ini, walau sudah makin jarangnya kita menemukan ondel-ondel (kecuali jika ada acara ulang tahun Jakarta atau kita mengunjungi Pusat Kebudayaan Betawi di Situ Babakan).
Kehangatan dan keriaan yang tergambar dari wajah sang boneka pun seperti menggambarkan wajah asli penduduk Jakarta, hangat dan ceria menyambut tamu yang datang.
Semoga kesenian Betawi satu ini tidak akan pernah hilang tergerus jaman.
Author
Kanya Suryadewi
Ondel Ondel by
Abie Akbar (Galasin)
D&D Production
Htci Pengda Dki Jakarta

(Visited 1.725 times, 3 visits today)

Rois Day

Cuma Seonggok Ondolopot yang ingin menjadi lebih baik...

leave a comment

Create Account



Log In Your Account