Crawling Machine untuk aktifitas sedot konten, seberapa menakutkan-kah?

Tulisan berikut diambil dari berbagai sumber

Menegaskan sebuah aktifitas sedot t1nj4 dunia maya

Sahabat, hampir seharian penuh kemarin kita dibuat bertanya-tanya tentang sebuah aktifitas baru pemerintah c/q rezim yang dikenalkan dengan nama “Sedot Konten”.

Ada banyak kekhawatiran yang muncul dari penggiat medsos apabila itu benar-benar dilakukan oleh rezim. Kekhawatiran semakin memuncak ketika khabar mengatakan bahwa lembaga yang menangani kegiatan itu langsung dibawah kendali Presiden sang Pengendali rezim.

Salah satu kekhawatiran itu bisa digambarkan dengan ungkapan seperti ini :
“Begitu paranoidnya pemerintah terhadap medsos, sampai membuat lembaga baru yang dipimpin oleh Ketua Lembaga Sandi Negara dan dibawah langsung Presiden. Badan ini sudah seperti atau selevel dengan BIN. Kalau memang takut rakyat bicara di medsos, TUTUP saja semua aplikasi yang berkait dengan medsos. Mulai FB, Twitter, Instagram, Telegram, WA, dll. Sudah, pokoknya tutup total anggap tidak ada dunia maya.

Kalau kemudian aplikasi dibolehkan tapi yang oposisi dengan pemerintah diawasi ketat baik secara teknologi (akun dihanguskan, disuspend, dll) atau secara hukum dimana sedikit-sedikit ditangkap, sementara di satu sisi yang pro pemerintah dibiarkan mencaci maki, memfitnah, membully dll lawan-lawan pemerintah. Sebetulnya lembaga ini hanya sebagai wujud ketidakadilan dan sikap represip pemerintah pada suara rakyat

Baca juga:  Hina Soeharto, Jaringan '98: PSI Gausah Lebay! Berjuang Bela Rakyat Saja Tidak Pernah...

Benar sekali ungkapan diatas, kalau pemerintah paranoid terhadap aktifitas medos rakyat TUTUP saja semua media sosial atau BANNED semua media sosial itu supaya tidak masuk ke Indonesia dengan alasan negara dalam keadaan darurat sosial. Lebih murah biayanya daripada membuang-buang anggaran negara ratusan milyar.

Kemudian setelah seharian berdiskusi dan membuat simulasi berdasarkan pengetahuan dan white paper tentang CRAWLING MACHINE akhirnya kami mendapat kesimpulan yang melegakan baik buat kami dan Insya Allah buat teman-teman netizen.

WEB CRAWLER, juga sering dikenal sebagai Web Spider atau Web Robot adalah salah satu komponen penting dalam sebuah mesin pencari modern. Fungsi utama Web Crawler adalah melakukan penjelajahan dan pengambilan halaman-halaman web yang ada di internet. Hasil pengumpulan situs web, selanjutnya akan diindeks oleh mesin pencari sehingga mempermudah pencarian informasi di internet.

Jadi Crawling Machine beroperasi hanya pada situs, yaitu sebuah halaman internet yang mempunyai address URL. Address URL ini yang selama ini kita kenal sebagai alamat web (contoh : www.mukidikunyuk.com). Lalu seberapa bahayanya terhadap media sosial yang kita miliki seperti FB, Twitter, Instagram dan lain sebagainya? Maka jawabannya adalah TIDAK ADA PENGARUH SAMA SEKALI, apalagi untuk digunakan menghanguskan akun secara otomatis.

Baca juga:  Fahri Hamzah Soal Penolakan UAS; Negara Harus Hadir, Jangan Diam Saja!

Jangankan menghanguskan akun secara otomatis, bisa masuk ke media sosial yang disasarpun tidak, karena begitu aktifitas crawling mesin tersebut menyentuk PROXY SERVER masing-masing media sosial itu, si CRAWLING akan langsung di KICK BACK oleh si proxy. Kenapa bisa seperti itu? jawaban sederhananya adalah BEDA ALGORITMA

Kita dapat asumsikan bahwa CRAWLING MACHINE cuma sebatas mesin sedot T1NJ4, tujuannya menghabisi situs-situs berkonten negatif. Nach KONTEN NEGATIF seperti apa? tentu berpulang kepada sipengguna pisau crawling machine. Apakah situs-situs berita Ïslam” atau yang berseberangan dengan pemerintah atau seperti situs S3W0RD dan kawan-kawannya?

(Visited 142 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account