Hasil Investigasi di Lingkungan Pendidikan Jatim: Siswa Lamongan Tidak Pernah Menulis Surat ke Ahok

Menyedihkan sebenarnya ketika ada pihak-pihak yang membawa-bawa Institusi pendidikan dalam kapasitas yang tidak seharusnya. Selain berimplikasi terhadap dunia pendidikan, juga orang-orang yang terlibat didalamnya.

Berita tentang bantuan Ahok kepada siswa SMAN di Lamongan sendiri sedari awal sudah membawa beberapa polemik. Untuk mengklarifikasi berita tersebut bahkan Kadispendik Jawa Timur Saiful Rachman sudah membuat 2 kali pernyataan.

Berikut pernyataan paling gres dari Saiful Rachman setelah dilakukannya penyelidikan:

1. Alhamdulillah. Akan saya sampaikan hasil investegasi tim yang diterjunkan ke Lamongan, untuk mencapai kebenaran bahwa ada siswa SMAN 3 Lamongan meminta bantuan ke . Agar tidak memunculkan persepsi saya berikan secara utuh. Saya hanya sarikan point dari hasil itu.

2. Siswa tidak pernah datang ke sekolah sejak kelulusan dan baru datang 28 Desember 2017 Jam 08:30 WIB.

3. Kedatangan menyampaikan bahwa dirinya menjadi pelembang lomba menulis puisi untuk . Dan tidak pernah menyatakan bahwa dirinya menulis surat ke

4. Sekolah sama sekali tidak menahan ijazah milik Fadila sebagaimana yang diberitakan di media massa dan media sosial.

5. Kepala sekolah tidak pernah merasa di telpon atau berbicara melalui telpon dengan seseorang yang mengatasnamakan kepercayaan bernama Natael Omposunggu sebagaimana pengakuan dia di media massa dan media sosial.

6. Selama proses ini sama sekali tidak ada campur tangan apalagi bantuan, semuanya murni karena sekolah ingin memberikan ijazah tersebut sebab yang bersangkutan datang ke sekokah.

7. Penyerahan ijazah berlangsung singkat tidak lebih dari 20 menit, karena dianggap tidak ada masalah dan tidak perlu harus membayar apapun untuk sekolah. Sebab sejak awal ada ketentuan pengambilan ijazah gratis.

8. Inilah penjelasan yang saya sampaikan berdasarkan fakta di lapangan. Semoga ini memperjelas semua persoalan tentang ijazah SMAN 3 Lamongan. Sekaligus mengakhiri polemik. Terima kasih ada seluruh atensi semua netizen. Ke depan semakin waspada dan teliti.

9. Catatan bahwa kasus ini menjadi viral tanggal 30 Desember 2017 sementara penyerahan ijazah 28 Desember 2017. Artinya ijazah diberikan sebelum kasus ini muncul ke permukaan. Bila sekolah menyerahkan saat ramai, akan muncul dugaan rekayasa. Ini yang saya hindari.

 

(Visited 613 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account